Suara Sumatera - Putri Gus Dur Yenny Wahid menjadi perbincangan usai mengaku memiliki kedekatan dengan tiga bakal calon presiden yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Yenny Wahid menyampaikan hal tersebut saat menjawab soal seberapa intens komunikasi antara dirinya dengan para bakal Capres.
Pernyataan itu muncul menyusul pengakuan Yenny Wahid tentang siap apabila ditunjuk oleh salah satu bakal Capres menjadi Cawapres pada Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2023).
Saat itu, Yenny Wahid mengakui kedekatannya dengan Anies. Saat Anies jadi rektor, Yenny menjadi salah satu dosennya.
Kedekatan serupa juga terjadi antara Yenny dengan Ganjar. Yenny berujar Ganjar merupakan teman. Sementara itu dengan Prabowo, Yenny mengaku juga memiliki komunikasi.
Yenny mengaku siap apabila ditunjuk menjadi calon wakil presiden. Tetapi putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini tidak menegaskan siap untuk menjadi cawapres siapa.
Yenny hanya menyatakan kesiapannya bila ditunjuk. Kesiapan Yenny tidak terlepas dari latar belakang dirinya sebagai seorang politisi.
Siapakah Yenny Wahid, aktivis NU yang ngaku punya kedekatan khusus dengan Anies?
Profil Yenny Wahid
Yenny Wahid lahir dengan nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh. Ia merupakan seorang politikus Indonesia dan aktivis Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: Pacar Bule Lucinta Luna Ngamuk di Podcast Deddy Corbuzier, Netizen Curiga Cuma Settingan
Wanita yang lahir pada 29 Oktober 1974 di Jombang, Jawa Timur ini merupakan salah satu putri pasangan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah.
Yenny Wahid mempunyai kakak bernama Alisa Wahid, kemudian dua adik bernama Anita Wahid dan juga Inayah Wahid.
Yenny Wahid menikah dengan Dhorir Farisi pada tanggal 15 Oktober 2009. Dari pernikahannya, keduanya dikaruniai tiga anak yaitu Malica Aurora Madhura, Amira, dan Raisa Isabella Hasna.
Setelah berhasil lulus dari SMA Negeri 28 Jakarta pada 1992, Yenny Wahid melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Visual, Universitas Trisakti, Jakarta. Setelah itu, Yenny Wahid memilih melanjutkan pendidikan magister di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat.
Yenny Wahid pernah menjalani profesi menjadi seorang jurnalis dan pernah ditugaskan ke Timor Timur sampai dengan Australia.
Karirnya di dunia perpolitikan tentu saja tidak perlu diragukan, Yenny Wahid pernah menjabat sebagai staf khusus bidang Komunikasi Politik di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak hanya itu, Yenny Wahid juga menduduki jabatan sebagai Direktur The Wahid Institute dari tahun 2014 sampai saat ini.
Jabatan lain yang pernah diemban oleh Yenny Wahid yaitu Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (2005-2008), Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa (2008-2012), Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) 2012.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Percepat Pemulihan Pascagempa NTT
-
RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas
-
Tuntas di 2027! PPPK Paruh Waktu Siap Alih Status, Daerah Dilarang Keras Tambah Pegawai Baru
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan