/
Minggu, 13 Agustus 2023 | 18:51 WIB
Pengerajin kain songket palembang (ANTARA)

Suara Sumatera - Kain songket Palembang memang terbuat dari bahan yang sulit didapat, salah satunya benang emas. Meski kekinian benang emas tersebut banyak yang terbuat dari imitasi atau tiruan, namun ketahanan warna emasnya mesti dijaga.

Memakai kain songket ialah kebiasaan wong Palembang terutama saat acara-acara resmi sebagai penanda buaya. Ada pula yang mengaitkan penanda sosial pemakainnya.

Karena itu jika memiliki kain songket Palembang hendaknya menjaga dan merawatnya memang harus ekstra hati-hati.

Dalam menyimpan kain songket pun harus hati-hati. Apalagi kain tersbut sudah dijahit dalam bentuk sarung. Bentuk yang permanen tersebut akan membuat satu benang akan tertimpa dengan benang lainnya.

Karena itu, perlu adanya upaya menyimpan kain songket yang sudah dijahit dalam bentuk benang dengan hati-hati terutama saat digulung.

Berikut tips menyimpan kain songket yang telah dijahit berbentuk sarung.

1. Rapatkan ujung kain

Awalnya bentang kain melebar, lalu lipat ujung kain satu dengan kain lainnya. Lalu rapatkan atau lipat dengan ujung bertemu ujung sehingga sangat rapi.

Setelah ujung ketemu ujung maka lipat dengan ukuran yang sama.

Baca Juga: Polusi Udara dan Cuaca Ekstrem Buruk Bagi Kesehatan Kulit, Pakar Kasih Tips untuk Mencegahnya

2. Puring bagian dalam

Letakkan puring kain di bagian dalam, sehingga bagian kain yang ada benang emas lebih berada di depan kain tersebut.

3. Rapikan bentang kain

Letakan kain dengan rapi dan bentangkan, lalu letakkan selendang dengan posisi sejajar sehingga benang-benang saling teratur. Pastikan benang-benang emasnnya saling teratur, sehingga tidak kusut.

4. Tinggal digulung

Lalu gulung kain songket dengan rapi, gulung bentuk yang sama antara kanan dan kiri kain. Gulung lebih rapi. Pastikan gulungan sama bentuknya antara kanan dan kiri.

Load More