Suara Sumatera - Informasi menyebutkan jika Vietnam selalu mengkritik laga sehingga disebut sebagai biang kerok atas turnamen yang ada. Belakangan Vietnam disebut dibekukan di ajang AFF karena menjadi biang kerok mafia wasit.
Informasi ini tentu belum terkonfirmasi kebenarannya, sehingga hanya bersifat pendapat. Lebih tepatnya, informasi ini misiformasi atau berita hoaks.
Akun YouTube yang membagikan informasi salah satunya ialah Timnas Goal Team. Pada akun tersebut disebutkan jika laga Vietnam di Piala AFF memang membuat publik cukup ramai berkomentar. Hal lantaran menyebutkan jika Vietnam bermain mata dengan mafia wasit, sehingga mengakibatkannya menjadi sang juara.
Akun YouTube ini awalnya membagikan adegan atau detik-detik pertandingan final tersebut. Sampai pada situasi di mana Vietnam memnag terlihat bermain kasar dan cenderung dibela oleh wasit.
YouTube ini pun membagikan narasi yang menyakinkan, sampai menyebutkan jika kejam dibalas kejam.
"SELALU JADI BIANGKEROK VIETNAM DIBEKUKAN dan Dilarang Ikut Turnamen di AFF, Jadi Tuntutan Saya," tulis narasi di akun YouTube tersebut.
Narasi ini seolah mengungkapkan jika Timnas Indonesia tidak perlu keluar dari AFF, karena AFF yang mengeluarkan Vietnam karena dianggap merugikan timnas lainnya.
Lalu apakah benar, jika timnas Vietnam dikeluarkan dari AFF?
CEK FAKTA:
Baca Juga: Rating The First Responders 2 Makin Merosot, Diduga karena Matinya Dojin
Video dengan narasi yang cukup panjang itu ternyata hanya berisikan pendapat dan opini narator. Disebut-sebut jika pemain Vietnam memang diuntungkan.
Karena itu dukungan fans timnas Indonesia memang banyak yang mengingikan keluar dari AFF. Meski demikian, sampai dengan akhir video, timnas Indonesia hanya dibahas mengenai pertandingan selanjutnya.
Tidak ada informasi yang menyebutkan jika AFF mengeluarkan timnas Indonesia apalagi timnas Vietnam.
Video ini dibuat diduga hanya untuk meningkatkan rating penonton. Tidak ada informasi yang terverifikasi atas informasi yang dibagikan.
Narator berusaha membacakan berita dan mencampurkannya dengan opini yang ia miliki.
Catatan Redaksi:
Berita Terkait
-
Bukan Elkan Baggott atau Rafael Struick, Media Taiwan Soroti Pemain Persija Jakarta
-
Jelang FIFA Matchday Malah Ada Kabar Buruk, Timnas Indonesia Masih Bisa Menang Lawan Turkmenistan?
-
Profil Lee Jae-hong, Mantan Asisten Shin Tae-yong yang Kini Jadi Staf Pelatih Timnas Korea Selatan
-
Timnas Indonesia Wajib Manfaatkan, Turkmenistan Punya Catatan Buruk di Laga Internasional
-
3 Pemain Timnas Indonesia Ini Dilaporkan Cedera Jelang Lawan Turkmenistan
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka selain Clifton untuk Long Run dan Race
-
Marak Pelecehan di Transportasi Online, Polda Metro Jaya Imbau Warga Terapkan Jurus 'BERANI'
-
Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?
-
Kepribadian Si Langkah Cepat : Apa yang Terbaca dari Cara Kamu Berjalan?
-
Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
-
Eks Pengacara Lukas Enembe Ajukan PK, Putusan MK Jadi Senjata Baru
-
Kronologi Cucu Bunuh Nenek di Siak, Bawa Kabur Harta Demi Belikan Motor Pacar
-
Bek Timnas Indonesia Jadi Opsi Utama Pengganti Kapten PSV Eindhoven
-
Profil Ra Mamak Suami Inayah Wahid, Kiai Intelektual yang Kuasai 3 Bahasa Asing