Suara Sumatera - Posan Tobing akhirnya resmi melaporkan tiga personel Kotak yakni Tantri Syalindri (Tantri), Swasti Sabdastantri (Chua) dan Mario Marcella (Cella) ke Polda Metro Jaya, Jakarta.
Laporan Posan menyangkut dugaan pelanggaran hak cipta. Ketiganya dikenakan pasal berlapis dalam laporan tersebut.
"Dugaan pelanggarannya Pasal 9 juncto Pasal 113 Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014," ujar pengacara Posan Tobing, Jerys Napitupulu, Rabu (6/9/2023).
Tantri, Chua dan Cella terancam pidana penjara imbas laporan Posan Tobing bila terbukti bersalah. Mereka juga berpotensi menanggung denda cukup besar.
"Ancamannya 4 tahun (penjara). Dendanya juga cukup besar ya, sekitar Rp 3 miliaran," beber Jerys Napitupulu, dikutip dari Suara.com.
Beban tiga personel Kotak bisa jadi lebih berat bila Posan Tobing mengajukan gugatan perdata terkait ganti rugi materiil. Namun, menurut ketentuan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Posan tidak perlu lagi membuat gugatan perdata.
"Di dalam Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014, tepatnya dari Pasal 112, 113, 115 sampai 116, itu mengatur tentang ancaman kurungan pidana sama denda. Jadi karena ada pasal yang mengatur, kami tidak perlu lagi membuat gugatan," papar Jerys Napitupulu.
Posan Tobing melaporkan Tantri, Chua dan Cella setelah upaya damai untuk menyelesaikan kisruh perizinan lagu tidak tercapai. Kata Posan, ketiga eks rekannya di band tidak mau memenuhi syarat damai yang ia ajukan.
"Saya waktu itu sama temen-temen mau ketemu dengan 3 syarat dan menurut kami pun tidak susah. Tapi jangankan memenuhi syarat, yang gratis aja, yang cukup kalian klarifikasi, mengaku salah aja, itu tidak terjadi. Makanya buat apa dilanjutkan?" kata Posan Tobing.
Baca Juga: Getol Polisikan Tantri Kotak Cs, Posan Tobing Dicibir: Band Baru Nggak Laku, Beras Udah Habis!
Posan Tobing juga tidak menerima itikad baik dari somasi terbuka terhadap Tantri, Chua dan Cella pada Juli 2023 terkait larangan membawakan lagu-lagu ciptaannya. Kotak tetap manggung membawakan karya-karya ciptaan Posan dan beberapa musisi lain seperti Pay Burman hingga Dewiq.
"Kami juga sudah berusaha menunggu, tapi nyatanya malah jadi nggak karuan. Makanya kami harus punya sikap, kami harus melapor ke pihak yang berwajib," ucap Posan Tobing.
Posan Tobing kini resmi menutup pintu damai dengan Tantri, Chua dan Cella. Ia berharap laporan polisi bisa membawa mereka bertemu di pengadilan untuk beradu bukti dan menentukan mana yang benar.
"Buat Tantri, Cella dan Chua, yuk kita ketemu di pengadilan aja," tandas Posan Tobing.
Berita Terkait
-
Getol Polisikan Tantri Kotak Cs, Posan Tobing Dicibir: Band Baru Nggak Laku, Beras Udah Habis!
-
Posan Tobing Bantah Ejek Wajah Tantri Kotak seperti Pembantu: Tonton Full Videonya
-
Tantri Kotak Balas Ejekan Posan Tobing Soal Wajah Mirip Pembantu, Netizen Ngakak: Kasih Duet Abang Itu, Kelaparan Dia!
-
Tantri Kotak Sindir Balik Posan Tobing yang Sebut Wajahnya Mirip Pembantu
-
Mau Dihantam Tantri Kotak, Posan Tobing: Ini yang Gue Tunggu
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring