/
Sabtu, 09 September 2023 | 19:24 WIB
Ilustrasi berhubungan intim (Shutterstock)

Suara Sumatera - Hubungan seks merupakan kebutuhan orang dewasa, yakni pasangan suami-istri. Ternyata, banyak dampak buruk yang bisa terjadi jika Anda berhenti berhubungan seks.

Lantas, apa yang terjadi jika berhenti hubungan seks dalam waktu lama? Berikut sejumlah dampak buruknya, dikutip Suara.com dari Daily Star. 

1. Libido Hilang

Menurut Sari Cooper, terapis seks bersertifikat, pilihannya adalah gunakan atau hilangkan gairah seks Anda. Dia mengatakan kepada Reader's Digest, beberapa orang menganggap gagasan seks lebih diinginkan ketika seseorang sedang tidak mengalami masa aktif secara seks.

2. Lemahnya Dinding Vagina

Hal ini mungkin berlaku bagi wanita yang memasuki masa menopause. Menurut Sari, tanpa frekuensi hubungan seksual yang teratur seiring bertambahnya usia, dinding vagina Anda akan menipis dan dapat menyebabkan hubungan seks yang menyakitkan ketika Anda akhirnya kembali aktif secara seksual.

North American Menopause bahkan merekomendasikan melakukan hubungan seks penetrasi secara teratur untuk membantu kesehatan vagina selama menopause.

3. Hilangnya pelumasan

Sekali lagi bagi wanita, Miss V dapat kesulitan mendapatkan pelumasan ketika Anda mulai berhubungan seks setelah beberapa waktu. Hal ini terjadi karena kurangnya hormon estrogen.

Baca Juga: Hukum Janda Masturbasi Pakai Alat Bantu Seks, Bolehkah dalam Islam?

Sari menyarankan kesenangan diri sendiri, buku atau video erotis untuk membuat diri Anda tetap terstimulasi.

4. Nyeri haid yang menyiksa

Berhubungan seks teratur dapat meredakan nyeri haid sehingga jika Anda tidak berhubungan seks dalam waktu lama, hal itu bisa terasa menyakitkan.

Karena seks menyebabkan peningkatan endorfin, seks dapat membantu mengatasi kram.

5. Mengurangi risiko terkena ISK

Bukan hal yang buruk, namun hal ini berarti Anda secara drastis mengurangi kemungkinan tertular IMS dan ISK.

Load More