Suara Sumatera - Tamara Bleszynski dilaporkan kakaknya Ryszard Bleszynski ke Polda Jawa Barat pada 7 April 2023 lalu.
Pelaporan ini merupakan buntut rebutan harta warisan orang tua antara Tamara Bleszynski dengan Ryszard Bleszynski.
Susanti Agustina, kuasa hukum Ryszard Bleszynski, mengatakan, kliennya melaporkan Tamara Bleszynski atas dugaan pencemaran nama baik.
"Ada beberapa pernyataan Tamara di media sosial yang dinilai telah mencemarkan nama baik Pak Rick," kata Susanti Agustina kepada wartawan pada Selasa (3/10/2023).
Susanti Agustina mengatakan, pernyataan Tamara yang mencemarkan nama baik kliennya itu berkaitan dengan kasus gugatan perdata yang diajukan Ryszard terhadap Tamara.
Dalam gugatan perdata tersebut, Ryszard menggugat Tamara dengan nilai sebesar Rp34 miliar. Gugatan ini diajukan karena dugaan pelanggaran kesepakatan antara Ryszard dan Tamara terkait pengelolaan aset keluarga.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan, penyidik telah memeriksa Tamara sebanyak tiga kali.
Tamara sendiri mengaku sudah lelah menghadapi proses hukum ini. Ia pun menuangkan curhatannya di media sosial.
"Lelah Pa….aku jujur lelah. Tapi aku ingat selalu kebaikanmu, aku ingat selalu doa-doamu," tulis Tamara mengawali curhatnya.
Baca Juga: Erick Thohir: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Moda Transportasi Piala Dunia U-17 2023
"Pa, besok Selasa 3.10.2023 adalah Putusan. Aku dituduh Wanprestasi, tidak membayar biaya pengobatan papa. Padahal sudah sangat jelas hutang-hutang Papa cara melunasinya sudah tertulis di Wasiat. Semangat Papa selalu ada dijiwaku. Semoga Besok membawa Keadilan bagi kita semua," lanjutnya.
Di akhir tulisan tersebut, Tamara mendoakan arwah mendiang ayahnya:
"Rabbighfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kamaa Rabbayani Saghira. Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil. Mohon doanya yah teman-teman sayang," tutup Tamara.
Berita Terkait
-
Bikin Rugi 2 Juta Dolar AS, Tamara Bleszynski Dilaporkan Kakak Kandung
-
Sidang Putusan Wanprestasi Tamara Bleszynski Dibacakan Hari Ini, Tapi Ada Misskomunikasi
-
Memperingati Hari Batik, Simak Arti dan Filosofi Batik yang Perlu Kamu Tahu
-
Bukan Kain Batik yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Unesco, Lalu Bagaimana?
-
Codeblu Dicecar 20 Pertanyaan, Farida Nurhan Segera Diperiksa Polisi, Dugaan Pencemaran Nama Baik
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Belum Sampai Bundaran HI, Aksi Mahasiswa Sudah Diwarnai Bentrokan dengan Aparat
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Masih Hangat, Tecno Pova 8 Resmi Meluncur 11 Juni: Usung Alive Matrix Display dan Dimensity 7100
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!