Suara Sumatera - Mayoritas publik di Indonesia hanya mengetahui 7 orang Presiden Indonesia yang pernah menjabat sejak awal kemerdekaan hingga hari ini. Siapakah mereka?
Masyarakat Indonesia mungkin hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo.
Sejatinya, ada dua nama presiden yang pernah memimpin negara ini dalam keadaan genting, namun jarang dikenal. Kedua-duanya merupakan tokoh kemerdekaan yang memiliki darah dan keturunan dari Minangkabau. Mereka adalah Sjarifruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.
Mengutip Hops.id, kedua tokoh tersebut pernah memimpin Indonesia sebagai presiden menggantikan Soekarno dan Bung Hatta di masa-masa genting karena terjadi kekosongan pada kursi kepresidenan.
Tahun 1948, Belanda kembali lagi untuk menjajah Indonesia setelah merdeka. Saat itu, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta hingga pemimpin lainnya dipaksa untuk menjalani pengasingan di pulau Bangka.
Secara otomatis, kepemimpinan pemerintahan Indonesia menjadi kosong. Saat itulah, Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat menteri kemakmuran diminta untuk mengisi kekosongan kursi presiden.
Sjafruddin yang ditugaskan untuk menjadi presiden sementara menggantikan Soekarno dan membentuk pemerintahan darurat selama tujuh bulan di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Dengan adanya Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat sebagai presiden sementara Indonesia sehingga pada akhirnya Belanda gagal untuk mengambil alih Indonesia.
Sjafruddin sendiri dikenal sebagai negarawan dan ekonom Indonesia yang lahir di Anyer Kidul, Kabupaten Serang, Keresidenan Banten pada 28 Februari 1911. Ia memiliki darah keturunan Suku Banten dari pihak ayah dan Minangkabau dari pihak ibu.
Baca Juga: Profil Hana Hanifah, Artis yang Gugat Cerai Suami padahal Baru Sebulan Nikah
Mr. Assaat
Nama Mr. Assaat mungkin terdengar asing karena memang kurang begitu familiar. Namun siapa sangka, Mr. Assaat merupakan salah satu orang yang juga pernah menjabat sebagai presiden sementara Indonesia.
Hal ini bermula pada saat Konferensi Meja Bundar (KMB) yang digelar di Belanda pada tahun 1949 dan membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
Di waktu yang sama, Soekarno dan Mohamad Hatta ditunjuk sebagai presiden dan perdana menteri Republik Indonesia Serikat (RIS).
Keputusan tersebut tentunya membuat Republik Indonesia pada kala itu terjadi kekosongan jabatan di kursi kepresidenan.
Maka dari itu, dipilihlah Mr. Assaat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Republik Indonesia selama 9 bulan.
Kemudian Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno dan Bung Hatta.
Mr. Assaat ini lahir 18 September 1904 di Dusun Pincuran Landai, Kubang Putiah, Banuhampu, Kabupaten Agam.
Berita Terkait
-
Cerita Luhut Binsar Pandjaitan Diseruduk Kerbau hingga Didoakan Presiden Soekarno Jadi Orang Besar
-
Nama Prabowo Menggema Saat Presiden Jokowi Pidato di Rakernas Projo
-
Koalisi Prabowo Kental Nuansa Nepotisme Orde Baru? Pengamat: Paksa Banget, Anak Presiden Terus yang Didorong!
-
Syahrul Yasin Limpo Dijemput Paksa KPK, Begini Respons Presiden Jokowi
-
Prabowo Unggah Momen Hangat Bersama SBY dan Jokowi, Publik: Presiden RI ke-6, ke-7, dan ke-8
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA