SuaraSumedang.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kasus Brigadir J bisa dituntaskan secara terbuka.
Kasus penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat sudah berjalan hampir sebulan, dan kini masih didalami pihak berwenang.
Diduga sebanyak 25 anggota Polri terlibat melakukan pelanggaran kode etik terkait kasus tewasnya Brigadir J.
Moeldoko mengatakan, kalau sikap pemerintah tidak pernah berubah terkait penyelesaian kasus Brigadir J.
"Intinya suaranya nggak berubah bahwa perintah Presiden (Jokowi) terhadap kasus ini supaya dituntaskan secara transparan, terbuka," kata Moeldoko, dilansir dari Suara.com, Senin (8/8/2022).
Moeldoko kemudian menyatakan, agar tidak ada isu-isu liar. Jadi sudah jelas perintah presiden tersebut.
"Agar tidak terjadi apa itu menjad isu-isu yang ke sana, ke mari. Jadi sudah jelas perintah presiden," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, tidak menutup peluang ada proses pidana terkait pemeriksaan 25 personel oleh tim Inspektorat Khusus dalam kasus penembakan Brigadir J.
Pemeriksaan terhadap 25 personel itu, mengenai adanya dugaan pelanggaran kode etik saat penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) rumah dina Irjen Ferdy Sambo.
Baca Juga: Siap-Siap Warga Palembang, PDAM Tirta Musi Matikan Distribusi Air Bersih Besok
"Tentu, apabila diperlukan proses pidana, kami akan memproses pidana yang dimaksud," kata Listyo Sigit, Kamis (4/8/2022).
Bahkan, eks Kabareskrim Polri itu mengaku bakal mengeluarkan Telegram Rahasia khusus, dikeluarkan untuk proses mutasi.
"Malam ini, saya akan keluarga Telegram Rahasia khusus untuk mutasi," kata dia.
Listyo Sigit mengatakan, tim Irsus yang dipimpin Irwasum Polri, Komjen Agung Budi Maryanto masih melakukan proses pemeriksaan terhadap 25 personel.
Pemeriksaan dilakukan terkait tidak profesionalnya dalam penanganan di TKP rumah dinas Ferdy Sambo.
Berita Terkait
-
Timsus Sambangi Mako Brimob, Polri Sebut Pemeriksaan Saksi Kasus Penembakan Brigadir J Masih Berjalan
-
Nonton Konser 10 Tahun JKT48 Sambil Mainkan Light Stick, Pria Ini Malah Ucap Terima Kasih Jokowi
-
Siapa Jagal Kematian Brigadir J?
-
Kaget Rumah Irjen Ferdy Sambo Dikerumuni Wartawan usai Ramai Kabar Penangkapan, Begini Kesaksian Satpam di Duren Tiga
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan