Suara.com - Syahroni, petugas keamanan (Satpam) mengaku tidak melihat adanya keramaian di kediaman pribadi Irjen Ferdy Sambo, bertepatan di hari saat eks Kadiv Propam Polri itu digelandang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022) lalu.
Syahroni mengaku syok ketika perumahaan yang dijaganya itu ramai didatangi para jurnalis. Sebab, menurutnya, tidak ada satu pun personel kepolisian yang mendatangi setelah ramai kabar Irjen Ferdy Sambo dibawa dari kediamannya.
“Enggak ada. Saya pas malem minggu gak lihat ada apa-apa, selain wartawan pada dateng. Saya juga heran pada mau ngapain malem-malem ke mari,” kata Roni saat ditemui wartawan di kediaman Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022).
Roni juga menampik soal adanya penggeledahan di rumah pribadi Ferdy Sambo. Dia mengaku hanya melihat banyak wartawan ketika beredar berita soal Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob, Sabtu lalu.
"Enggak ada, beneran. Kebetulan pas malem itu saya piket, cuma ada wartawan doang itu, pada bebaris,” katanya.
Ia membenarkan jika Ferdy Sambo memiliki rumah di komplek yang ia jaga. Namun jenderal bintang dua tersebut tidak tinggal di sana.
"Paling ke mari dua minggu sekali. Pas mau masuk portal sopirnya buka kaca. Saya lihat ada dia di dalem mobil sendirian. Ke mari paling ngontrol aja," jelas pria yang akrab disapa Roni itu.
Ditahan Selama Sebulan
Buntut tewasnya Brigadir Yosua, Irje Ferdy Sambo akhirnya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok setelah dijemput paksa dari kediamannya di Duren Tiga, Jaksel, Sabtu lalu. Mantan Kadiv Propam Polri itu ditahan selama 30 hari lantaran diduga melakukan pengerusakan hingga pemghilangan CCTV.
Baca Juga: Bharada E Akui Diperintah Atasan, Dalang Kematian Brigadir J Segera Terungkap?
"Tadi kan disebutkan, dalam melakukan olah TKP seperti pak Kapolri sampaikan terjadi misalnya pengambilan cctv dan lain sebagainya," Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/8/2022) malam.
Keputusan Irjen Ferdy diduga melakukan ketidakprofesionalan dalam olah TKP ini dilakukan setelah pihak Inspektorat Khusus Polri melakukan penyidikan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan 10 saksi dan beberapa bukti, irsus menetapkan Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait ketidakprofesionalan dalam olah TKP. Oleh karenanya, yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus, yakni Korp Brimob Polri," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan, semua masih dalam proses, semua pihak diminta untuk bersabar. Ia menegaskan, status Irjen Ferdy Sambo sendiri dalam kasus tewasmya Brigadir J belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Kalo Irsus fokusnya menyangkut masalah kode etik, kalo timsus kerjanya proses pembuktian scr ilmiah. Ini masih juga berproses apabila nanti sudah ada istilahnya update terbaru dari Irsus akan disampaikan, yang jelas tomitmen kapolri terkait kasus ini akan dibuka terang benderang."
Berita Terkait
-
Bharada E Mengaku Dapat Tekanan dari Atasan, Kronologi Baku Tembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo Rekayasa?
-
DPR Ingatkan Putri Istri Sambo Punya Tanggung Jawab Hukum, Kesaksian atas Kematian Brigadir J Amat Dinanti
-
Alasan Polisi Tetapkan Ajudan Istri Ferdy Sambo sebagai Tersangka
-
Komnas HAM Ingin Secepatnya Periksa Istri Irjen Ferdy Sambo terkait Penembakan Brigadir J
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun