/
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:02 WIB
Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi(Instagram/@divpropampolri)

SuaraSumedang.Id - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ternyata bermain peran dalam kasus terbunuhnya Brigadir J.

Aksi tersebut, menunjukkan layaknya kepiawaian seorang Ferdy Sambo layaknya seroang bintang film.

Tewasnya Brigadir J pun kini mulai terbongkar usai petugas secara gencar melakukan penyelidikan.

Sampai-sampai, Kapolri pun secara nyata membentuk tim khusus untuk menguak kasus tersebut.

Ternyata, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ternyata turut bersiasat.

Diketahui, Irjen Ferdy Sambo membuat skenario seolah-olah terjadi pelecehan terhadap istrinya sehingga terjadi tembak menembak di rumah dinasnya. 

Adegan tembak-menembak pun nyatanya merupakan satu di antara skenario yang telah Ferdy Sambo siapkan. 

Sandiwara Irjen Ferdy Sambo adalah dengan mengumbar tangisan ke sejumlah orang yang ia panggil ke rumahnya. 

"Skenario adanya tembak-menembak. Itu bukan main itu pra kondisinya sebelum skenario itu dimunculkan," ujar Menko Polhukam Mahfud MD di Youtube Deddy Corbuzier. Dilansir dari lampung.suara.com, 12 Agustus 2022.

Baca Juga: Terbongkar, Ferdy Sambo Sogok LPSK Pakai Dua Amplop Tebal, Berdalih Lindungi Putri Candrawathi

Menurut Menko Polhukam, sedikit yang tahu bahwa Ferdy Sambo melakukan penjebakan psikologis terhadap sejumlah orang untuk meyakinkan skenario yang ia buat. 

Salah satu pihak yang terkena jebakan psikologis Ferdy Sambo kata Menko Polhukam adalah lembaga Kompolnas. 

Diketahui, pada Senin (11/7/2022), Ferdy Sambo sempat mengundang Kompolnas ke kantornya. 

"Hanya untuk apa? Hanya untuk nangis di depan Kompolnas. Nangis saya (Sambo) teraniaya, kalau saya sendiri ada di situ saya tembak habis dia. Apa yang terjadi pak? Saya terhina saya dizolimi. Nangis-nangis gitu," kata Mahfud menceritakan pertemuan Sambo dengan Kompolnas saat itu.

Load More