SuaraSumedang.id - Guna menekan peredaran rokok ilegal, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyusun rencana pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di wilayahnya.
Satu di antara upaya menekan peredaran rokok ilegal tersebut, sebanyak 40 petani tembakau mengikuti kegiatan Studi Tiru di KIHT Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengatakan, kunjungan ke Kawasan Industri Hasil Tembakau, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dalam rangka penyusunan rencanan pembangungan KIHT di Kabupaten Sumedang.
Melalui Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Dikoperindag UKM) Kabupaten Sumedang, 40 petani pun diberangkatkan ke Kabupaten Kudus.
Erwan menilai, Kawa Industri Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus bisa menjadi percontohan bagi daerah lain termasuk Sumedang.
Oleh karena itu, Wabup Erwan, bersama rombongannya mengunjungi Kabupaten Kudus dalam rangka menimba ilmu terkait KIHT.
"Kami menganggap KIHT ini merupakan salahsatu solusi dalam mengatasi peredaran rokok ilegal dengan memfasilitasi para pelaku usaha untuk berproduksi secara legal dengan memberdayakannya, di bawah naungan KIHT," kata Wabup Sumedang, Erwan Setiawan, dikutip dari laman Sumedangkab.go.id.
Lanjut Wabup, keberadaan KIHT ini juga selanjutnya dapat meningkatkan penerimaan pendapatan negara, berupa DBHCHT dan pajak rokok.
"Kami berharap, setelah adanya KIHT setiap pelaku usaha tembakau dan rokok di Sumedang dapat melengkapi legalitas usahanya, agar kedepan tidak terjadi lagi pelanggaran hukum. Apalagi sampai berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) hingga merugikan negara," pungkasnya.
Baca Juga: Daftar 5 Koruptor yang Berkeliaran, Caleg PDIP sampai Bupati, Ada yang Kemplang Rp1 Triliun
Di samping itu, mengadakan kegiatan Training of Trainer dan Bimbingan Teknis Intelijen Penertiban dan Pengendalian Peredaran Rokok Tanpa Cukai yang diikuti anggota Satpol PP Kabupaten Sumedang, di Hotel Kencana Jaya, Sumedang, Jawa Barat.
Wabup Erwan, meminta agar semua anggota Satpol PP dapat melaksanakan penindakan di lapangan, dengan tegas tetapi tetap humanis dengan menjaga kondusifitas.
“Saya mengingatkan agar dalam upaya pemberantasan rokok tanpa cukai ini dilakukan secara tegas, namun tetap humanis. Kita dapat memilih cara penyampaian yang komunikatif dan persuasif,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga informasinya dapat tersampaikan dengan baik.
“Saya ingin para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Agar apa yang disampaikan oleh para narasumber ini dapat di mengerti dengan baik, sehingga nanti ketika di lapangan tidak sampai salah dalam penerapannya nanti,” ungkapnya.
Lanjut Wabup, melalui bimtek tersebut, diharapkan para peserta dapat lebih meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan tentang peraturan dan ketentuan di bidang cukai serta pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal.
“Minggu lalu kita memberikan bimtek kepada para kepala desa, sekarang kepada Satpol PP. Saya berharap mereka memahami dan bisa membedakan mana pita cukai yang asli dan yang palsu, penggunaan pitabekas atau yang tidak sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Erwan menegaskan, jika sampai ada anggota Satpol PP yang “bermain” dalam penegakan aturan di lapangan, akan diberikan sanksi atau tindakan yang sangat tegas.
“Saya tidak akan pandang bulu. Kita akan berikan sanksi yang sangat tegas. Tidak hanya kepada masyarakat dan kepada penjual kita berikan sanksi. Kepada petugas yang berani bermain pun akan ditindak,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ganti Rugi Lahan Tol Cisumdawu Belum Dirasakan, Warga Sumedang Lakukan Aksi Mogok Makan hingga Tutup Mulut
-
Lomba Makan Tahu Sumedang dan 17 Cabai Turut Memeriahkan HUT ke-77 RI
-
Jadwal Samsat Keliling Sumedang Hari Ini Ada di Dua Lokasi
-
Aksi Mogok Makan hingga Tutup Mulut, Ini Tuntutan Warga Sumedang Terdampak Tol Cisumdawu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pemprov Sulteng Tegaskan Aturan Beasiswa Ganda: Pilih Satu atau Dana Harus Dikembalikan
-
Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud