/
Senin, 05 September 2022 | 11:55 WIB
Rocky Gerung [Suara.com/Arif Fadillah] (Suara.com/Arif Fadillah)

SuaraSumedang.id - Rocky Gerung angkat bicara perihal banyaknya unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah menolak kenaikan BBM.

Selain itu, Rocky Gerung juga menyentil kebijakan pemerintah yang diduga menyengsarakan rakyat.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung melalui kanal YouTubenya setelah diminta tanggapan oleh Hersubeno Arief.

"Di beberapa daerah unjuk rasa berjalan tolak kenaikan BBM, sudah diantisifasi juga terutama di Jakarta oleh Polda karena memang terdiri dari berbagai elemen," ujar Hersubeno dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (5/9/22).

Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung mengatakan hukum-hukum sejarah membawa pada titik jumpa, yaitu titik kerusakan institusi negara sekaligus bangkitnya kesadaran tentang keadilan sosial.

"Yang lebih penting bukan lagi debat data ini demi rakyat dan subsidinya begini kalau tidak APBN akan bangkrut," sambungnya.

Rocky Gerung menilai bahwa persoalannya hari ini adalah ketidakpercayaan rakyat secara maksimal pada pemerintah.

"Yang menjadi soal adalah keidakpercayaan yang tidak maksimal pada pemerintah karena mempermainkan isu," ujarnya.

Dalam seminggu ini menurutnya masyarakat mengalami ketegangan.

Baca Juga: Suharso Monoarfa Cicopot dari Ketum PPP, Ini Penggantinya

"Tetapi kalau kita ingin cari solusinya tentu ya sudah orang anggap solusinya percepat perubahan politik," tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini orang akan menganggap  pemerintah pelit dan tidak mau berkorban.

 Meskipun sudah disiapkan BLT namun menurutnya hal tersebut hanya semacam oksigen ketika seseorang sudah dicekik.

"Tentu mereka sudah siapkan cara membujuk rakyat yang disebut BLT tapi dari logika kita BLT itu semacam oksigen setelah orangnya di cekik," ucapnya.

Padahal baginya dalam konstitusi hak rakyat harus dipenuhi dahulu.

Load More