SuaraSumedang.Id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini menyinggung soal posisi lembaga yang dipimpinnya.
Dia mengatakan bahwa saat ini, ada penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum tersebut.
Menurutnya, adanya penurunan tingkat kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan.
Sigit mengatakan bahwa usai terungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo cs, masyarakat mulai meragukan integritas seorang polisi.
Dilansir dari sulsel.suara.com, Jumat (19/8/2022), tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menurun dengan adanya kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada awal Juli lalu.
Setelah pengungkapan pelaku dan penetapan tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, yang dilakukan oleh tersangka Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan Kuat Ma'ruf, kini muncul dugaan adanya praktik suap dalam kasus tersebut.
Diketahui, dalam perjalanannya, fakta-fakta soal kasus pembunuhan Brigadir J tersebut sedikit demi sedikit terungkap.
Sebelumnya, Ferdy Sambo sendiri secara sengaja diketahui membuat skenario palsu soal kasus berdarah tersebut.
Di lain sisi, baru-baru ini beredar dokumen Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303 yang membekingi berbagai bisnis ilegal, salah satunya perjudian online.
Baca Juga: Terekam CCTV, Maling Beraksi di Rumah Kades di Tegal, Berhasil Gondol Sepeda Motor Nmax
Berita Terkait
-
Tegas! Kapolri akan Copot Kapolda dan Kapolres yang Terlibat Perjudian
-
Muncul Isu Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303, Kapolri Tegaskan Copot Jabatannya Jika Ada yang Terlibat
-
Alasan Listyo Sigit Tak Kunjung Ungkap Motif Penembakan Brigadir J Dibongkar Jenderal Bintang Dua Polisi Ini
-
DPR akan Panggil Kapolri Buntut dari Penetapan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J
-
Timsus Segera Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Sebut Sensitif
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Tak Takut Tekanan Tuan Rumah! Teja Paku Alam: Persib Pulang ke Bandung dengan Oleh-oleh Kemenangan
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Edarkan Sabu dari Rumah Dinas, Kasat Narkoba Polres Dipecat
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M
-
Viktor Gyokeres Mulai Panas di Arsenal, Benar-benar Tajam atau Ilusi Semata?
-
4 HP Gaming Murah 2 Jutaan, Layar AMOLED dengan Kualitas Visual Jernih
-
MU Punya Pesaing Berat! Juventus Ikutan Kejar Sandro Tonali, Newcastle Jual Mahal
-
3 Perbedaan Mencolok Ending 5 Centimeters per Second Animasi vs Live Action 2026
-
Arne Slot Frustrasi! Liverpool Menyerah Kejar Tiket ke Liga Champions?
-
Jadwal Padat Gattuso Demi Tiket Piala Dunia 2026: Tanpa TC, Keliling Dunia Temui Pemain