/
Selasa, 06 September 2022 | 09:32 WIB
Presiden Jokowi meminta Kementerian PUPR untuk mengantisipasi lonjakan permintaan air bersih di Blok Masela. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

SuaraSumedang.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengantisipasi pengembangan Blok Masela.

"Kita harus mengantisipasi pengembangan Blok Masela karena akan memberikan dampak kepada peningkatan tenaga kerja, dan juta kebutuhan air minum," kata Presiden.

Prediksi mengenai peningkatan permintaan kebutuhan air di Kabupaten Tanimbar, Maluku tersebut dampak dari pembangunan lapangan hulu minyak dan gas abadi Blok Masela.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya melalui pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Weymomolin di Tanimbar Selatan.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja menjelaskan, untuk mengantisipasi kenaikan permintaan air minum tak akan cukup dengan mengandalkan sumber mata air.

Endra mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rencana teknis membangun bendungan di Kepulauan Tanimbar, untuk memenuhi lonjakan kebutuhan air minum itu.

"Kami sudah siapkan rencana teknisnya untuk membangun bendungan sebagai antisipasi pengembangan Blok Masela," kata dia.

Ia pun sebelumnya menerangkan, optimalisasi SPAM Weymomolin masih mengandalkan dua sumber mata air, yakni Wymomolin dan Bomaki.

Dua sumber mata air tersebut diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih di sekitar Saumlaki, Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga: Cara Cek BLT BBM 2022 dari Kemensos, Begini Tahapannya

"Pekerjaan optimalisasi SPAM di Saumlaki meliputi dua sistem yakni bersumber dari mata air Weymomolin, dan Bomaki melalui pembangunan intake serta jaringan perpipaan untuk melayani total 5.000 sambungan rumah atau sekitar 80 persen dari warga Saumlaki," kata dia.


Sumber:Suara.com

Load More