/
Kamis, 08 September 2022 | 16:17 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI soal kasus penembakan Brigadir J(Suara.com)

SuaraSumedang.id - Pengakuan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo diprank oleh Ferdy Sambo disampaikannya kepada wartawan Budiman Tanuredjo.

Listyo Sigit semua memercayai skenario Ferdy Sambo setelah mantan Kadiv Propam itu mengucapkan sumpah di depannya.

Saat itu, Budiman selaku pembawa acara program Satu Meja dilihat dari kanal YouTube KompasTV, Rabu (7/9) menyampaikan pertanyaan publik.

Apakah sang Kapolri juga menjadi korban prank buatan Ferdy Sambo mengenai skenario polisi tembak polisi di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Pak Kapolri, ada juga pertanyaan publik, sebetulnya Pak Kapolri termasuk di prank, dibohongi oleh Sambo juga?," tanya Budiman.

Listyo Sigit pun bercerita sempat memanggil Ferdy Sambo untuk berkata jujur mengenai keterlibatan dalam kasus penembakan Brigadir J di rumah dinasnya.

Namun, suami Putri Candrawathi itu tetap ngotot jika Brigadir J meninggal setelah terjadi adu tembak melawan Bharada E.

Bahkan, Ferdy Sambo sempat bersumpah di hadapan Kapolri demi menjamin rasa percaya terhadap skenario rekayasa mantan Kadiv Propam itu.

"Jadi memang saat itu saya sempat bertanya (kepada Sambo), bahkan dia menyampaikan, dia bersumpah," ucapnya.

Baca Juga: Kepastian Jadwal Penyaluran BSU 2022, Simak Penjelasan Terbaru Kemnaker

Meski akhirnya Bharada E memberikan kesaksian yang berbeda. Ferdy Sambo tetap ngotot saat ditanya oleh Kapolri soal keterlibatan dalam kasus Brigadir J.

"Terakhir pada saat Richard (Bharada E) mulai berubah keterangannya, saya panggil (Sambo), saya minta untuk dipanggil, sebelumnya dihubungi lewat telepon, dia jelaskan bahwa dia masih tidak mau mengakui," kata Listyo.

Bahkan, Sambo sempat menemui saya dan datang ke tempat saya dengan ngotot soal kasus penembakan Brigadir J adalah polisi tembak polisi.

"Sampai datang ke tempat saya, saya tanya sekali lagi, dia masih bertahan: 'memang begitu faktanya' kata dia," ucap Listyo.

Ferdy Sambo terus menyatakan insiden kematian Brigadir J adalah adu tembak. Kapolri pun mendesak agar eks Kadiv Propam itu berkata jujur.

"Saat itu saya tanya ke yang bersangkutan 'kamu jujur', kamu terlibat atau tidak," kata Kapolri.

Load More