Suara.com - Daya beli masyarakat sebenarnya masih terjaga. Namun, konsumsi justru cenderung tertahan. Bukan karena tidak punya uang, melainkan karena biaya hidup yang makin terasa, ketidakpastian ekonomi, serta sikap lebih berhati-hati sejak pandemi.
Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, menilai konsumen saat ini lebih defensif dalam mengelola keuangan.
Uang ada, tapi belanja ditahan demi menjaga rasa aman secara finansial. Secara data, konsumsi rumah tangga masih relatif stabil dan tetap menjadi penopang ekonomi nasional.
Namun, tekanan mulai muncul dari sisi pendapatan. Pada paruh kedua 2025, kenaikan upah tidak mampu mengimbangi inflasi. Agustus 2025 mencatat upah naik 1,94 persen, sementara inflasi mencapai 2,31 persen, sehingga penghasilan riil terasa menyusut.
Kondisi ini juga tercermin dari Indeks Penghasilan Saat Ini Bank Indonesia yang sempat melemah, menandakan penghasilan rumah tangga makin tergerus biaya hidup.
Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga konsumsi, tapi memastikan pendapatan masyarakat tumbuh lebih kuat dan benar-benar terasa di kantong.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Anura/Vanya
Berita Terkait
-
Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Dari Cari Barang hingga Bayar, AI Kini Mulai Bisa 'Belanja' Sendiri
-
Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara yang Bongkar Kasus Ferdy Sambo
-
Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta, Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral
-
Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus
-
Tuai Kritik! Viral Ketua DPRD Kepri Santai Naik Moge Tanpa Helm di Batam
-
Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung Pasca Persib Bungkam Persija 2-1
-
Polisi Amankan 321 WNA dari Penggerebekan Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar
-
Beda dari Negara Lain, Nonton Konser Westlife di Jakarta Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Tentara Bubarkan Nobar Film 'Pesta Babi' di Ternate, Apa Alasan TNI?
-
Sultan Brunei Tampil Sederhana Saat Wisuda Anak, Netizen Soroti Jam Miliaran