/
Jum'at, 09 September 2022 | 14:11 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winnato)

SuaraSumedang.id - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi menyatakan, bahwa kekhawatiran jika mengungkap hasil tes kebohongan atau lie detector/polygraph kepada publik.

Oleh sebab itu, hasil uji kebohongan Putri Candrawathi, dan saksi Susi yang pemeriksaannya berlangsung Selasa (6/9) tak diungkapkan ke publik dikarenakan jadi kewenangan penyidik.

Andi pun menyebutkan, kekhawatiran terjadinya opini atau analisis liar dari masyarakat terhadap hasil tes kebohongan para tersangka pembunuhan Brigadir J tersebut.

"Saya melihat justru analisis liar dari media, dan pengamat yang tidak paham teknis pasca pelaksanaan uji polygraph," kata Andi kepada ANTARA, saat dikonfirmasi melalui pesan instans, Kamis (8/9).

Kemudian, Andi mengatakan, seluruh fakta yang diperoleh penyidik seluruhnya akan diungkapkan di persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil tes kebohongan (polygraph) Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J tak diungkap Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, hasil uji lie detector/polygraph Ferdy Sambo itu kewenangan dari Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Polri, dan penyidik Kepolisian.

"Hasil uji lie detector/polygraph pro justitia (penegakan hukum) untuk penyidik," kata Dedi kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Menurut Dedi, pemeriksaan tes kebohongan Ferdy Sambo itu berlangsung sampai pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: BLT BBM dan Bansos Sembako di Sumedang Segera Cair, Cek data Penerima dan Jadwal Pencairannya

Adapun hasil tes kebohongannya, jenderal bintang dua itu menegaskan, menjadi kewenangan Puslabfor dan penyidik Polri.

"Informasi dari Puslabfor pemeriksaan (Ferdy Sambo) sampai pukul 19.00 WIB. Hasilnya apakah sudah selesai? itu domainnya Puslabfor dan penyidik," ucap Dedi.

Dirtipidum Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan tes kebohongan menggunakan uji polygraph terhadap Ferdy Sambo, Kamis (8/9) di Puslabfor.

Tes kebohongan pun dilakukan terhadap tersangka penembakan Brigadir J lainnya, yakni Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf pada Senin (5/9).

Hasil tes kebohongan mereka menunjukkan no deception indicated alias jujur. Lie detector ini untuk menguji tingkat kejujuran tersangka dalam memberikan keterangan guna melengkapi berkas perkara, dan sebagai bukti petunjuk.

Sebagai informasi, alat pendeteksi kebohongan ini ditemukan pada tahun 1902. Alat ini memiliki banyak versi yang lebih canggih, dan lebih modern, seiring dengan perkembangan zaman.

Load More