SuaraSumedang.id - Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy buka suara perihal pernyataan-pernyataan Komnas HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Ronny Talapessy menilai pernyataan Komnas HAM dalam kasus ini "sarat politis dan keliru".
Pengacara Bharada E ini mengingatkan supaya Komnas HAM sebaiknya menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga saat ini.
"Seharusnya ketua Komnas HAM fokus terhadap penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM Berat yang belum terselesaikan," ujarnya dilansir dari Suara Jumat (16/9/22).
Baginya, selama ini Bharada E selalu konsisten memberikan keterangan yang jujur perihal Ferdy Sambo yang ikut menembak Brigadir J.
Dia menambahkan, jika kliennya berbohong maka tidak mungkin keterangan kliennya diterima LPSK.
"Status JC (justice collaborator) karena syarat utama mengungkap kebenaran. Jadi kalau klien saya bohong tidak mungkin diterima oleh LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Dan kalau klien saya tidak konsisten sudah dicabut JC klien saya oleh LPSK," ujarnya.
Dirinya juga mempertanyakan soal tersangka lain yang tidak mau menjadi justice collaborator.
"Kalau tersangka lain seperti RR (Ricky Rizal) tidak mau menjadi JC. Itu malah jadi pertanyaan buat kita," tanyanya.
Baca Juga: Heboh Dugaan Masalah Kejiwaan Ferdy Sambo, Komnas HAM Beberkan Hal ini
Selain itu, Ronny juga mengingatkan supaya Komnas HAM melihat rangkaian kejadian secara utuh.
"Nanti kita buktikan di pengadilan," pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Taufan mengatakan ada perbedaan keterangan antara Bharada E dan Ferdy Sambo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Viral PB XIV Purboyo Pakai Jarik Motif Parang Terbalik di Acara Halabihalal
-
Bocoran Frozen 3, Pernikahan Anna dan Kristoff Diduga Jadi Cerita Utama
-
Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Sisca Saras dan F4dli kolaborasi dengan Ayaka Yasumoto, Kenalkan Hipdut ke Jepang
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Bandara YIA Layani 251 Ribu Penumpang Selama Periode Angkutan Idulfitri 2026
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Setjen DPR RI Terapkan Langkah Efisiensi, Indra Iskandar Pastikan Layanan Kedewanan Tetap Optimal
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla