/
Senin, 19 September 2022 | 09:16 WIB
Enea Bastianini juara MotoGP Aragon 2022 setelah mengalahkan Francesco Bagnaia. (Instagram)

SuaraSumedang.id - Pebalap Ducati Francesco Bagnaia harus menerima kekalahan setelah disalip Enea Bastianini (Gresini Racing) di lap terakhir MotoGP Aragon 2022, Minggu (18/9/2022).

Bastianini sukses menuntaskan balas dendamnya ke Bagnaia saat mereka berduel sengit di Misano dua pekan lalu.

Bastianini gagal merebut kemenangan keempat pada musim ini di Misano dan kini berhasil menghentikan laju sang pebalap Ducati Lenovo yang mengincar kemenangan kelima secara beruntun.

Start di posisi ketiga, Bastianini menempel ketat pole sitter Bagnaia yang tampil cukup klinis di balapn sepanjang 23 putaran itu.

Ia sempat mencuri posisi pimpinan lomba, tetapi membuat kesalahan dan tertahan di posisi kedua.

Enea Bastianini menjaga jaraknya kurang satu detik di belakang calon satu rekan setimnya di tim pabrikan Ducati tersebut.

Melalui manuver di Tikungan 7 lap terakhir, ia mampu kembali ke depan dan mencuri kemenangan dari Bagnaia yang terpaut 0,042 detik saat berpacu ke garis finish.

"Di lap terakhir saya merasa tidak bisa menyalip Enea lagi, karena saya sudah terlalu banyak mengambil risiko di lap-lap sebelumnya. Jadi 20 poin ini penting," kata Bagnaia dikutip dari laman MotoGP.

"Enea menyelesaikan balapan dengan luar biasa, dia sangat kompetitif sepanjang akhir pekan ini, dan saya tahu dia serta Fabio adalah yang tercepat. Quartararo sayangnya, terjatuh di lap pertama, tapi meski demikiannya saya mencoba yang terbaik."

Baca Juga: Klasemen MotoGP 2022 Usai Bastianini Menang di Aragon, Bagnaia Mengancam Quartararo

Rival utama Bagnaia, Fabio Quartararo tersingkir dari persaingan di Aragon menyusul insiden kecelakaan di lap pembuka saat ia bersenggolan dengan motor Marc Marquez.

Dengan demikian, Bagnaia kini memangkas jaraknya dari 30 poin menjadi 10 angka saja dari sang pebalap Yamaha.

Sedangkan, Aleix Espargaro berjarak 17 poin di peringkat ketiga, dan Bastianini di peringkat empat dengan jarak 48 poin dengan lima balapan tersisa.

Kemenangan Bastianini di Aragon juga membantu Ducati mengamankan gelar juara konstruktor untuk ketiga kalinya secara beruntun.

"Ini terasa seperti mimpi," kata Bastianini.

"Saya melakukan sejumlah kesalahan saat balapan tapi pada akhirnya saya mampu menempel Pecco, dan di lap terakhir saya memiliki kesempatan untuk menyerang, serta mampu menang."

Aragon menjadi awal dari rangkaian triple header yang akan dilanjutkan ke Jepang dan Thailand dalam dua pekan ke depan.

Sumber:ANTARA

Load More