/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:50 WIB
Situasi di Stadion Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraSumedang.id - Tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan Malang hingga kini masih jadi perbincangan banyak kalangan.

Diketahui, insiden yang menewaskan ratusan nyawa tersebut akhirnya berujung pada investigasi tentang siapa yang harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

Di lain sisi, Kapolri Jenderal Sulistyo Sigit Prabowo pun telah mengumumkan beberapa nama yang ditetapkan sebagai tersangka.

Meski begitu, komentar kembali datang dari salah satu politisi Demokrat, Santoso.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Santoso menilai penetapan tersangka kasus tragedi Kanjuruhan belum menyeluruh.

Hal ini menanggapi penetapan enam tersangka tragedi maut Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.

Lebih lanjut, dikatakan Santoso, masih ada pihak-pihak yang belum tersentuh. Padahal menurutnya, ada pihak-pihak lain yang seharusnya ikut bertanggung jawab.

"Penentapan para tersangka itu belum menyentuh secara tepat siapa saja yang harus menjadi tersangka," kata Santoso. Dilansir dari Suara.com, Jumat (7/10/2022).

Santoso juga mengingatkan Polri agar tidak mengalihkan masalah inti terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Berikan Pesan Begini Pada Suami Lesti Kejora

Oleh karenanya, kata dia, Polri jangan sampai mencari kambing hitam atas tragedi maut yang menewaskan lebih dari 100 orang.

"Polri jangan mengalihkan masalah inti dari penyebab kematian penonton di Stadion Kanjuruhan ini dengan menyalahkan pihak lain menjadi tersangka," katanya menambahkan.

Terbaru, Polri kembali memeriksa tiga saksi terkait peristiwa mengerikan tersebut. Saksi yang diperiksa ada dari pihak Polres Malang dan Arema FC. Mereka adalah Kasubbag Sapras Dispora Kabupaten Malang, Sekretaris Umum Arema FC dan anggota Polres Malang.

Load More