SuaraSumedang.id - Tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan Malang hingga kini masih jadi perbincangan banyak kalangan.
Diketahui, insiden yang menewaskan ratusan nyawa tersebut akhirnya berujung pada investigasi tentang siapa yang harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.
Di lain sisi, Kapolri Jenderal Sulistyo Sigit Prabowo pun telah mengumumkan beberapa nama yang ditetapkan sebagai tersangka.
Meski begitu, komentar kembali datang dari salah satu politisi Demokrat, Santoso.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Santoso menilai penetapan tersangka kasus tragedi Kanjuruhan belum menyeluruh.
Hal ini menanggapi penetapan enam tersangka tragedi maut Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.
Lebih lanjut, dikatakan Santoso, masih ada pihak-pihak yang belum tersentuh. Padahal menurutnya, ada pihak-pihak lain yang seharusnya ikut bertanggung jawab.
"Penentapan para tersangka itu belum menyentuh secara tepat siapa saja yang harus menjadi tersangka," kata Santoso. Dilansir dari Suara.com, Jumat (7/10/2022).
Santoso juga mengingatkan Polri agar tidak mengalihkan masalah inti terjadinya tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Berikan Pesan Begini Pada Suami Lesti Kejora
Oleh karenanya, kata dia, Polri jangan sampai mencari kambing hitam atas tragedi maut yang menewaskan lebih dari 100 orang.
"Polri jangan mengalihkan masalah inti dari penyebab kematian penonton di Stadion Kanjuruhan ini dengan menyalahkan pihak lain menjadi tersangka," katanya menambahkan.
Terbaru, Polri kembali memeriksa tiga saksi terkait peristiwa mengerikan tersebut. Saksi yang diperiksa ada dari pihak Polres Malang dan Arema FC. Mereka adalah Kasubbag Sapras Dispora Kabupaten Malang, Sekretaris Umum Arema FC dan anggota Polres Malang.
Berita Terkait
-
Terbongkar! Ini Sosok Pemberi Komando Adanya Penembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan, Kini Berstatus Tersangka
-
Kapolri Sebut 20 Personel Diduga Langgar Etik dalam Tragedi Kanjuruhan
-
Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan Sudah Diumumkan, Kapolri Sebut Kemungkinan akan Bertambah
-
Liga 1 Diliburkan 2 Pekan, Luis Milla Rumahkan Pemain Persib Selama 3 Hari
-
Jokowi Dianggap Kurang Bijak karena Luput Singgung Gas Air Mata Polisi dalam Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Apakah Sunscreen Bisa Bikin Awet Muda? Ini Kata Dokter dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
-
Enam Pelaku Perundungan Siswi Tana Toraja Ditangkap
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
3 Rekomendasi Mesin Cuci Panasonic yang Terbukti Awet dan Laris, Harga Murah!
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop