SuaraSumedang.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Santoso menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Tragedi Kanjuruhan dianggap kurang bijak.
Musababnya, kata dia, Jokowi hanya menyoroti masalah keamanan Stadion Kanjuruhan semisal perkara pintu dan tangga stadion.
Menurutnya, Jokowi sama sekali tak menyinggung soal aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata saat terjadi rusuh di Stadion Kanjuruhan setelah Arema FC ditumbangkan Persebaya Surabaya 2-3, dalam laga lanjutan Liga 1, Sabtu (1/10/2022), malam.
Waeganet pun berkomentar miring terkait orang nomor wahid di Tanah Air tersebut. Warganet menilai Jokowi seolah pasang badan untuk politik karena pernyataannya yang tak menyinggung penggunaan gas air mata.
"Kurang bijaksana," kata Santoso kepada wartawan, Kamis (6/10/2022), melansir dari Suara.com.
Menurut Santoso, tragedi Kanjuruhan menjadi bahan instrospeksi kepolisian untuk melakukan perbaikan saat menangani massa.
Salah satunya, kata dia, ihwal penggunaan gas air mata saat menangani kerusuhan suporter Arema FC. Hal itu, lanjut dia, tak usah dilakukan aparat kepolisian.
"Jangan lagi bersifat represif, harus mengutamakan soft power. Jangan ada lagi gas air mata yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk membunuh rakyat," bebernya.
Tragedi Kanjuruhan tersebut memakan sedikitnya125 orang meninggal dunia. Insiden tersebut diduga dipicu karena kesalahan aparat kepolisian dalam penggunaan gas air mata di dalam stadion berkapasitas 38 ribu penonton tersebut. (Sumber: Suara.com)
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Tag
Berita Terkait
-
Komnas HAM Sebut Ada Indikasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Tragedi Kanjuruhan
-
Heboh Jokowi Mundur dari Presiden Gegara Didesak Massa, Ternyata...
-
Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa pada Presiden Jokowi atas Tragedi Kanjuruhan
-
Jokowi Salahkan Pintu Tertutup dan Tangga di Tragedi Kanjuruhan, Said Didu: Berikutnya Salah Sempritan Wasit?
-
Liga 1,2 dan 3 Sepakat Dihentikan Sementara, TGIPF: Sampai Presiden Nyatakan Bisa Dinormalisasikan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur