/
Senin, 10 Oktober 2022 | 12:13 WIB
Suasana tempat wisata Pantai Parangtritis, Yogyakarta. - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraSumedang.id - Indonesia dikenal dengan memiliki banyaknya tempat wisata yang menyajikan panorama alam yang indah.

Di balik keindahan destinasi wisata yang terdapat di Indonesia, rupanya menyimpan banyak kisah misteri dan mitos yang melekat pada suatu daerah tertentu.

Namun, di samping itu tak sedikit pengunjung berbondong-bondong untuk mendatangi tempat wisata tersebut.

Pasalnya, dengan mendatangi tempat wisata disebut sebagai satu di antara cara untuk melepaskan penat di kepala.

Tetapi perlu diingat, jika berniat untuk berlibur ke tempat wisata di suatu daerah tertentu harus melaksanakan aturan dan etika baik.

Dikarenakan, tak sedikit di tempat wisata tertentu sangat dikenal dengan pantangan bagi para wisatawan agar tidak merusak lingkungan sekitar.

Lantas tempat wisata mana saja yang memiliki pantangan tertentu? simak di bawah ini:

1. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki jarak 27 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Asal Muasal Tiara Kartika Dijuluki si Anak Kuntilanak, Begini Cerita Nenek Nur

Pantai ini pun menjadi satu di antara destinasi wisata yang terkenal di Yogyakarta. Bahkan, disebut telah menjadi ikon pariwisata di kota tersebut.

Pantai Parangtritis ini terletak di sisi timur Pantai Parangkusumo yang memiliki legenda kental dengan Ratu Kidul sebagai penguasa laut selatan.

Pesona Pantai Parangtritis memang tidak lepas dari sejarah, legenda, dan mitos Ratu Pantai Selatan, yang sudah sangat terkenal di Indonesia.

Hal tersebut, semula dari cerita mitos tentang kerajaan yang konon berada di laut sekitar pantai. Nyi Roro Kidul sendiri sudah menjadi sejarang panjang Yogyakarta dan Kerajaan Mataram.

Konon dari dahulu pekerjaan itu sudah ada dan dipimpin oleh penguasa laut selatan, yakni Nyi Roro Kidul.

Misterinya sampai saat ini, masih menjadi cerita turun temurun, dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat maupun pendatang.

Load More