SuaraSumedang.id - Subvarian baru SARS-CoV-2 atau Covid-19 yang dijuluki XBB telah teridentifikasi di Indonesia.
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, subvarian XBB menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Singapura.
Bahkan, diprediksi akan terjadi peningkatan kasus 15 ribu per hari saat pertengahan November nanti.
"Singapura kasusnya naik lagi ke 6 ribu per hari, karena ada varian baru (Covid-19) namanya XBB, varian ini juga sudah masuk di Indonesia, kita amati terus," kata Budi Gunadi.
Meski begitu, Budi tetap optimistis subvarian XBB tidak membuat peningkatan kasus di Indonesia.
Karena, klaimnya subvarian BA.4 dan BA.5 yang menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara, terbukti tidak berpengaruh di Indonesia.
"Mudah-mudahan di Januari-Februari kita bisa menghadapi potensi kenaikan dengan baik, seperti Agustus ini. Sehingga, Indonesia menjadi satu di antara dari sedikit negara di dunia selama 12 bulan berturut-turut tidak ada lonjakan kasus," kata dia.
Lantas seberapa cepat Covid XBB menular?
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M. Syahril mengatakan, peningkatan kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat, dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5, dan 0,46 kali gelombang BA.2.
Baca Juga: Film The Conjuring 4 dalam Proses
Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia.
Kasus pertama Covid XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan (29), yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Syahril menerangkan, gejala Covid XBB, seperti batuk, pilek, dan demam.
"Ada gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan, dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober," kata dr. Syahril.
Menyusul temuan kasus Covid XBB, Kemenkes melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing, dan tracing terhadap 10 kontak erat, dan hasilnya seluruh kontak erat dinyatakan negatif Covid XBB.
Syahril mengatakan, meski Covid XBB cepat menular, tetapi fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.
Meski begitu, negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi Covid-19. Sebab, berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi dalam 7 terakhir juga dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif
-
Bursa Saham Libur Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkap Setelah Liburan Lebaran
-
Menyelamatkan Akal Sehat: Penggunaan AI Berguna atau Bahaya?
-
Sinopsis Subedaar, Film India Terbaru Anil Kapoor di Prime Video
-
Profil Rudal AD-08 Majid Iran Penjatuh Pesawat Canggih F-35, Pantas Amerika Serikat Ketar-ketir
-
6 Brand Modest Lokal Busana Muslim Etnik, Cocok untuk Halal Bihalal
-
Memaknai Arti Sahabat Sejati di Novel Aldebaran Bagian 1 Karya Tere Liye
-
Maarten Paes Alihkan Fokus ke Timnas Indonesia Usai Ajax Berhasil Curi Poin dari Feyenoord
-
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026
-
Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori yang Tewas Tragis, Keluarga Terpaksa Masuk Lewat Jendela