SuaraSumedang.id - Perkara gugatan cerai Bupati Purwarkata, Anne Ratna Mustika terhadap suaminya, Dedi Mulyadi hingga saat ini prosesnya sudah berjalan dua kali.
Namun, persidangan gugatan cerai yang digelar di Pengadilan Agama, Purwakarta tersebut hanya dihadiri oleh pihak penggugat Anne Ratna Mustika sendiri.
Sementara Dedi Mulyadi dalam dua kesempatan persidangan gugatan cerai di PA Purwakarta itu belum pernah menghadiri sebagai pihak tergugat.
Bukan tanpa alasan, Dedi Mulyadi melalui kuasa hukumnya mengatakan, masih ada agenda tugas yang harus dilakukannya sebagai anggota DPR RI.
Namun, di samping itu terdapat beberapa fakta menarik yang dirangkum SuaraSumedang.id berikut ini.
1. Anne Ratna Mustika Didukung Keluarga
Rupanya Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sudah mendatang dukungan dari keluarga, termasuk anak-anak untuk melayangkan proses gugatan cerai pada Dedi Mulyadi.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh kakak kandungnya sendiri Rahmat Setiadi beberapa waktu lalu.
Menurut Rahmat Setiadi, bahwa gugatan cerai yang dilayangkan Anne terhadap Dedi Mulyadi tersebut sudah final, bahkan 100 persen.
Baca Juga: Menkes Memastikan Pasien Gagal Ginjal Akut Mendapat Pengobatan Gratis
"Karena memang musyawarah yang kita lakukan di tingkat keluarga, anaknya sendiri merestui. Keluarga merestui, dan mendukung penuh segala keputusan yang diambil Anne," kata Rahmat.
2. Prahara Rumah Tangga Terjadi Sejak 2016
Di samping itu, Anne Ratna Mustika rupanya sudah mantap untuk memutuskan bercerai dengan Dedi Mulyadi.
Bahkan menurut Rahmat Setiadi, jika Anne sudah memendam cukup lama keinginannya selama 6 tahun lalu untuk bercerai dengan Dedi Mulyadi.
"Udah lama, pas masih almarhum bapak itu masih ada, kita coba sabar kan. Jadi almarhum itu 2016 meminta sabar kepada Anne," kata Rahmat.
3. Puncak Prahara Rumah Tangga
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian