SuaraSumedang.id - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Dedih Rakhmat mengatakan, beberapa waktu lalu mendapat tugas dari unsur pimpinan daerah untuk menertibkan tempat hiburan malam, yang disinyalir sebagai tempat maksiat.
Satpol PP Pangandaran juga sudah mengirimkan surat kepada para pengelola usaha tempat hiburan malam tersebut untuk segera menutupnya.
Beberapa tempat hiburan malam itu, berada di Pasar Wisata, Pamugaran, dan Pantai Batu Hiu Kabupaten Pangandaran.
Setidaknya ada 33 tempat hiburan malam di Pangandaran tersebut yang diduga sebagai sarang melakukan perbuatan maksiat.
"Kami sudah melakukan pendekatan kepada pemilik hiburan malam agar menutup usaha yang mereka keloka," kata Dedi, pada Senin (7/11/2022).
Terdapat sejumlah tahapan dalam eksekusi penutupan tempat hiburan malam yang berpotensi terjadinya perbuatan maksiat.
Di antaranya teguran lisat serta tiga kali surat peringatan, dan terakhir akan dilakukan penindakan penertiban.
"Sekitar 33 pemilik hiburan malam sudah setuju kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda Kab Pangandaran) untuk menutup usahanya," kata Dedih.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama Polres Pangandaran, Pimpinan Daerah, dan Satpol PP terkait penertiban ini sifatnya menutup usaha bukan membongkar.
"Mereka dilarang membuka usaha yang sama di kemudian hari," kata dia.
Tempat hiburan malam tersebut pun, terindikasi menyediakan praktik prostitusi di Pangandaran secara terang-terangan.
Pemerintah daerah resah kepada para pelaku usaha yang menjajakan pekerja seks komersial (PSK) di tempat hiburan di tiga lokasi tersebut.
"Bupati ingin Pangandaran bersih dari praktik prostitusi, seperti yang terjadi di Gang Dolly Surabaya," katanya.(*)
Artikel ini sebelumnya telah tayang di SuaraJabar.id: Ada yang Pajang Pekerja Seks, Puluhan Tempat Hiburan Malam di Pangandaran Bakal Ditutup
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang
-
Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik
-
Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut
-
QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular
-
Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?
-
Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
-
Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal
-
Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026