/
Rabu, 16 November 2022 | 14:35 WIB
Mediasi Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi (Jabarnews.com)

SuaraSumedang.id - Kang Dedi Mulyadi buka suara perihal tuduhan Anne Ratna soal dirinya melanggar syariat Islam.

Hal itu disampaikan Kang Dedi Mulyadi ketika dirinya hadir dalam sidang gugatan cerai dari Anne Ratna di Pengadilan Agama Purwakarta.

Kang Dedi kemudian mempertanyakan Anne  Ratna yang masih istri sahnya pergi umroh tanpa memberitahukan atau ijin kepadanya.

Menurutnya guru ngajinya juga harusnya berkomunikasi kepada dirinya mengenai hal tersebut.

“Guru ngajinya seharusnya bertanya pada saya sebagai suami, ini istrinya mau pergi dengan saya bagaimana boleh atau tidak,” tuturnya dikutip dari Cianjur.Suara.com Rabu (16/11/22).

Tidak hanya itu Kang Dedi juga mengatakan bahwa peran guru ngaji adalah mendamaikan bukan memberikan hukuman.

“Tugas guru ngaji itu mendamaikan, bukan memberikan hukuman pada seseorang. Jadi misal ada murid di pengajiannya bermasalah, tugas guru ngaji mendamaikan dan telepon saya ‘ini istrinya ngadu ini’, begitu,” ungkapnya.

Kang Dedi juga memberikan pesan kepada Anne Ratna untuk mendahulukan rakyatnya dibandingkan urusan pribadinya.

“Itu yang harus kita pikirkan karena pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya. Pemimpin itu ditugaskan memikirkan rakyat,” pesan Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Momen Adzam Nangis Digendong Sule Tuai Sorotan, Asing pada Ayah Sendiri?

Terlepas dari itu semua menurutnya Anne Ratna merupakan istri yang baik yang sayang pada keluarga dan hormat pada gurunya.

“Saya sebenarnya menghadapi seorang istri yang baik. Menurut saya embu itu adalah istri yang baik, cuma embu itu sayang terhadap pada keluarganya kemudian sangat hormat dan patuh pada gurunya,”terang Dedi Mulyadi.

Sehingga dengan demikian Kang Dedi melihat ada kegelisahan dari Anne Ratna antara taat kepada Guru atau kepada suaminya.

“Itu yang menjadi sesuatu barangkali kegelisahan dia, antara ketaatan pada guru dan ketaatan pada suami,” pungkasnya.

Sumber: Suara Cianjur

Load More