SuaraSumedang.id - Khawatir gempa susulan warga Cianjur belum berani tidur di rumah. Itulah ketakutan yang hingga kini masih menyelimuti warga.
Gempa dengan kekuatan 5.6 magnitudo kemarin, Senin (21/11/2022) telah mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Akibat dari bencana alam itu ratusan korban meninggal dan luka - luka berjatuhan. Update terakhir per hari ini, Selasa (22/11/2022) korban meninggal mencapai 268 orang dan 122 diantaranya telah diketahui identitasnya.
Belum bisa tenang, warga Cianjur terus dihantui dengan gempa susulan yang masih kerap terjadi hingga malam ini.
Dilansir dari suara.com, salah seorang warga masih khawatir akan terjadinya gempa susulan, sebab usai gempa berkekuatan besar itu melanda Cianjur, masih sering terjadi gempa - gempa kecil yang tak terhitung jari.
"Barusan gempa. Tadi juga sebelum magrib juga sempat gempa," kata Ahmad, kepada Suara.com, di lokasi.
"Kalau yang kecil-kecil (gempa) kayak barusan mah sudah gak kehitung jari, sering," ujarnya.
Ahmad adalah salah satu warga Cianjur yang terdampak bencana alam. Rumahnya rata dengan tanah akibat guncangan gempa yang terjadi kemarin.
Kini dirinya tinggal di tenda pengungsian dan belum berani kembali ke rumahnya. Gempa - gempa kecil yang masih kerap terjadi di Cianjur membuat warga takut untuk kembali ke rumah mereka.
Baca Juga: Tetap Stylish Walau Sudah Hijrah, Dara Arafah Bagikan Tips Tetap Pede dan Nyaman Pakai Hijab
Khawatir hal serupa kembali terjadi, saat ini warga masih tinggal di tenda - tenda pengungsian.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa berdasarkan analisis BMKG, gempa yang telah terjadi di Cianjur itu terletak pada koordinat 6,84° LS ; 107,05° BT, lebih tepatnya berlokasi di laut pada jarak 10 Kilometer arah Barat Laut, Cianjur, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer. (*)
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
Banyak Korban Patah Tulang, Kapolri Perintahkan Kapusdokkes Kirim Tenaga Medis Tambahan ke Cianjur
-
Detik-Detik Evakuasi Wanita dan Balita di Reruntuhan Rumah Pasca Gempa Cianjur Bikin Merinding Bulu Kuduk
-
Malunya Anggota DPR Jadikan Gempa Sebagai Lelucon, Ramai Dikecam Publik
-
8 Artis Curhat Rasakan Gempa Cianjur, Tasya Kamila Langsung Bersembunyi di Balik Meja
-
Relawan Mak Ganjar Bangun Dapur Umum, Bagikan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar