/
Rabu, 30 November 2022 | 13:44 WIB
Fakta Film KKN di Desa Penari: Lewih Dowo Lewih Medeni (Instagram/kknmovie)

SuaraSumedang.id - Film KKN Di Desa Penari yang sudah tayang pada 30 April 2022 lalu, kemudian secara resmi turun layar setelah 75 hari tayang.

Film garapan Awi Suryadi ini pun sukses meraih jumlah penonton sebanyak 9.233.847, dan menjadi film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa.

Bukan itu saja, film KKN Di Desa Penari pun sukses menggeser Pengabdi Setan, yang sebelumnya berhasil bertahan selama 5 tahun sebagai film horor Indonesia terlaris.

Oleh sebab itu, CEO MD Entertainment sekaligus produser KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni, Manoj Punjabi percaya diri film tersebut dapat bersaing dengan film asing.

Pasalnya, film yang dibintangi oleh Tissa Biani hingga Adinda Thomas itu akan tayang dalam waktu hampir bersamaan dengan film asing di Desember nanti.

"Kalau saya nggak (lawan) musuh raksasa, saya nggak puas. Menang dari sesuatu yang gampang nggak puas," kata Manoj di Jakarta Selatan, pada Rabu (30/11/2022).

Manoj menerangkan, bahwa dia memang sengaja menempatkan tanggal tayang berdampingan dengan film-film asing.

Sebab, dia memang ingin membuktikan bahwa masyarakat Indonesia bisa lebih mencintai film dari negeri sendiri dibanding film asing.

"Sekarang misi saya sih jujur ya, daripada lawan film Indonesia yang kuat mendingan sekalian lawan film besar biar ubah mindset."

Baca Juga: Ilija Spasojevic Dipanggil ke Timnas Indonesia Buat Gantikan Dimas Drajad

"Nggak mungkin dari ratusan film itu berkualitas. Mungkin 30 persen berkualitas yang komersial 10 persen. Dan film asing apakah berkualitas semua? nggak juga. Jadi strategi saya, ayo fight asal ada kesempatan," kata Manoj.

Manoj pun menjelaskan, bahwa film KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni, akan berbeda dari film KKN Di Desa Penari sebelumnya.

Sebab, kali ini akan menampilkan 40 adegan baru. Adegan-adegan tambahan itu pun merupakan adegan yang melalui proses syuting baru serta tambahan dari adegan yang tidak ditayangkan di film sebelumnya.

"Jadi kami syuting sebagian. Lalu ada adegan bagus yang nggak kita edit sebelumnya. Jadi yang menarik di sini apa ada gimmick, ada sesuatu yang nggak bisa saya ceritakan, tunggu Desember kami akan reveal ada apa di dalam 40 menit lebih itu," kata Manoj.

"40 menit adegan baru kita tambah juga adegan dengan syuting, editing, dan juga ada adegan di film lama yang kita potong. Jadi sudah bukan utuh, per gambarnya beda."

"Maksudnya adegan-adegan syuting beberapa persen sekitar 10 atau 15 persen, sisanya kita ambil dari editing stok," tambahnya.(*)

Load More