SuaraSumedang.id - Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kembali buka suara soal praharanya dengan Anne Ratna Mustika.
Diketahui, Dedi Mulyadi harus menerima dirinya yang digugat cerai sang istri, Anne Ratna Mustika yang kini tengah menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Baru-baru ini, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi tersebut menyentil soal pemimpin yang dikendalikan oleh stafnya.
Meski begitu, sindirian Dedi Mulyadi pun tak diketahui secara jelas apakah ditujukan kepada Anne Ratna Mustika atau bukan.
Seperti diketahui, baik Anne Ratna Mustika maupun Dedi Mulyadi tertangkap saling sindir.
"Kalau jadi pemimpin harus inovatif, harus banyak pikiran-pikiran baru, kalau pemimpin pemikirannya sama dengan masyarakat jangan jadi pemimpin, karena pemimpin itu beda, atau pemimpin nungguin pendapat staf, jangan jadi pemimpin, masak kita jadi pemimpin kita harus apa ini, kita harus-apa ini, staf harus ngikutin kita, pemimpin itu harus beda," kata Kang Dedi Mulyadi seperti yang dia unggah di akun youtube pribadinya, dikutip pada Minggu (4/12).
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi lantas bicara soal tipe pemimpin kala dirinya tengah melihat gedung terbaru di mana dia meletekakkan lukisan-lukisannya.
Dedi Mulyadi kemudian menyebut soal tukang bakso yang tengah mendorong gerobak saat dirinya berada di dekat gambar tersebut.
"Seperti tukang bakso ini (menunjukkan lukisan), kerjanya mengendalikan ban, bukan dia yang dikendalikan ban, jadi pemimpin itu harus mengendalikan, gak boleh pemimpin disetir oleh staf, gak boleh," kata Dedi Mulyadi seperti dilansir dari denpasar.suara.com, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Gasak Senegal, Inggris akan Hadapi Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2022
Sekadar informasi, Dedi Mulyadi sendiri sebelumnya pernah diusir secara paksa dari gedung kembar di mana tempat dirinya bertugas sekaligus memajang koleksi lukisan-lukisannya.
Sementara itu, Anne Ratna Mustika mengatakan, gedung yang didiami oleh Dedi Mulyadi tersebut ilegal lebih kurang empat tahun.
Diketahui, gedung yang dimaksud merupakan aset milik pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta.(*)
Sumber: denpasar.suara.com
Berita Terkait
-
Merasa Kehormatan Diusik, Dedi Mulyadi Siapkan Jurus Pamungkas Hadapi Anne Ratna Mustika
-
Dedi Mulyadi Tulis Kata Menyayat Hati, Tanda Gagal Move On dari Anne Ratna?
-
Usai Anne Ratna Mustika Ungkit Utang Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi Bawa Orang yang Tahu Sebenarya
-
Anne Ratna Mustika Singgung Utang dan Pencitraan, Dedi Mulyadi: Ini Bukan Urusan Rumah Tangga
-
Dedi Mulyadi Tanggapi Tudingan Suka Pencitraan hingga Pura-Pura Nangis
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Harga Motor Listrik Jarak Tempuh di Atas 100 km, Bisa Jadi Pengganti Nmax dan PCX
-
XO, Kitty Season 3 Tayang 2 April, Jadi Penutup Kisah Cinta Kitty di KISS
-
KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim
-
Daftar Harga HP Samsung 2026 Semua Seri, Mulai Rp1 Jutaan
-
Oppo Find X9 Ultra dan X9s Pro Resmi Rilis April 2026, Spesifikasi Bocor!
-
Cara Cek Sisa Saldo E-Toll Lewat HP NFC agar Tidak Menghambat Gerbang Tol
-
Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran
-
Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini
-
5 Zodiak yang Diprediksi Punya Keberuntungan Finansial pada 23 Maret 2026
-
Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan