/
Rabu, 18 Januari 2023 | 13:48 WIB
Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc; Dikabarkan bahwa Presiden Vietnam mengundurkan diri dari jabatannya. (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraSumedang.id - Presiden Vietnam, Nguyen Xuan Phuc telah mengajukan pengunduran dirinya setelah Partai Komunis yang berkuasa menemukan bahwa dia bertanggung jawab atas pelanggaran dan kesalahan sejumlah pejabat di bawahnya.

Kabar tersebut disampaikan oleh kantor berita resmi negara tersebut, Vietnam News Agency pada Selasa (17/1/2023).

"Karena menyadari tanggung jawabnya kepada partai dan rakyat, beliau menyampaikan permohonan pengunduran diri (dari) posisi yang ditugaskan padanya, mundur dari jabatannya, dan pensiun," kata media tersebut, mengutip Komite Pusat partai berkuasa tersebut.

Cuitan Fadli Zon mengomentari kabar kemunduran Presiden Vietnam dari jabatan karena ada bawahan yang melakukan kesalahan. (sumber: Twitter.)

Mengenai kabar tersebut, Politikus Partai Gerindra Fadli Zon turut memberikan komentar singkatnya.

Sebagaimana dilihat dalam cuitan yang diunggah di akun Twitter resmi miliknya pribadi @fadlizon, pada Rabu (18/1/2023)

"Di balik kewenangan n kekuasaan, ada tanggung jawab. Sikap yg Pancasilais?," tulis Fadli Zon.

Nguyen Xuan Phuc (68 tahun), yang merupakan mantan perdana menteri, memegang jabatan presiden, yang sebagian besar seremonial itu, selama kurang dari dua tahun.

Belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan dia.

Terdapat berbagai spekulasi mengenai pengunduran diri Phuc pasca pemecatan dua wakil perdana menteri Vietnam, yang bekerja di bawah Phuc saat dia memimpin pemerintah.

Baca Juga: Sempat Khawatir Cedera Parah, Muhammad Ferarri Ikut Rombongan Persija Hadapi Persis

Supaya diterima, pengunduran diri Phuc memerlukan persetujuan dari Majelis Nasional.

Reuters mengabarkan, pada Senin (6/1/2023), bahwa badan legislatif tersebut akan menyelenggarakan pertemuan luar biasa dan langka pekan ini.

Vietnam tidak memiliki penguasa tertinggi, dan secara resmi dipimpin oleh empat pilar, yakni sekretaris Partai Komunis, presiden, perdana menteri, dan kepala parlemen.(*)

Sumber:ANTARA

Load More