/
Kamis, 09 Februari 2023 | 07:32 WIB
Ilustrasi perkosaan. Mahasiswa KKN diduga jadi korban pelecehan oleh kepala desa di Magetan(Shutterstock)

SuaraSumedang.id - Pengguna media sosial saat ini sedang ramai memperdebatkan gugatan yang diduga asusila yang diajukan oleh kepala desa (Kades) terhadap Mahasiswi yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Di Desa Kediren Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, beredar kabar bahwa Kepala Desa melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi KKN.

Pada 2 Februari 2023, puluhan warga datang ke kantor kelurahan untuk mengadukan kasus dugaan asusila tersebut.

Warga mengaku mulai resah dengan maraknya kontroversi di media sosial terkait dugaan penyerangan seksual mahasiswi KKN di dusunnya oleh Kades Kediren.

Warga mengklaim bahwa, Mahasiswa dan mahasiswi KKN yang dipulangkan lebih awal, menjadi penyebab sebenarnya dari kasus asusila tersebut.

Suprawoto, Bupati Magetan, angkat bicara menanggapi dugaan kasus asusila yang melibatkan Mahasiswi KKN dengan Kades Kediren, Kabupaten Lambeyan.

Bupati mengklaim kasus di media sosial itu tidak perlu diperpanjang, karena masing-masing pihak sudah memberikan klarifikasi. Perguruan tinggi swasta di Madiun dan pimpinan desa Kediren melakukan amandemen. Namun, Bupati mengaku telah menurunkan tim ke lokasi untuk mengusut dugaan perbuatan asusila tersebut.

“Jadi kan ini sudah ada perdamaian, sudah ada klarifikasi masing-masing, itu kan kalau di dalam program kejaksaan negeri kan restorative justice. Jadi persoalan itu kalau sudah ada titik temu yang tidak usah diperpanjang,” jelas Suprawoto, selaku Bupati Magetan.

Dugaan itu ditanggapi warga Desa Kediren, setelah mendapat sorotan di media sosial dengan menggelar aksi protes di Kantor Kecamatan Lembeyan, Kamis (2/2/2023). Mereka menyiratkan bahwa Moshi tidak percaya kepada Kepala Desa muda tersebut (*)

Baca Juga: Cara Termudah Download Video Viral YouTube Tanpa Aplikasi Langsung Tersimpan di Gallery

Sumber: Serambi Indonesia

Kontributor: Finka Ishviani Larytha

Load More