SuaraSumedang.id – Asal lagu Yamko Rambe Yamko bukan dari Papua. Di beberapa tahun terakhir, lagu tersebut sempat menjadi polemik
Yamko Rambe Yamko merupakan lagu yang dikenal sebagai lagu yang berasal dari tanah Papua. Meski demikian, melansir dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Minggu (19/3/2023), Yamko Rambe Yamko justru disebut bukanlah lagu yang berasal dari Papua.
Mamat Alkatiri yang merupakan orang dengan darah keturunan Papua menanggapi hal tersebut. Selain itu, Arie Kriting yang diketahui juga kerap membawakan lawakan khas dari daerah Indonesia Timur pun turut menanggapi asal lagu Yamko Rambe Yamko.
Mereka juga mengungkapkan bahwa tak mengetahui apa arti dari lagu tersebut. Lantas, benarkah asal lagu Yamko Rambe Yamko bukan dari Papua? Berikut tanggapan Mamat Alkatiri dan Arie Kriting mengenai asal lagu Yamko Rambe Yamko bukan dari Papua.
Tanggapan Mamat Alkatiri dan Arie Kriting Mengenai Asal Lagu Yamko Rambe Yamko Bukan dari Papua.
Dewan Kesenian Papua diketahui telah mengklaim bahwa Yamko Rambe Yamko bukanlah bahasa Papua.
“Dewan Kesenian Papua sudah menyatakan bahwa itu bukan bahasa Papua,” kata Mamat Alkatiri, dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Minggu (19/3/2023).
Dalam perbincangannya yang diselingi dengan guyonan bersama Deddy Corbuzier dan Arie Kriting, Mamat Alkatiri mengutarakan bahwa dirinya merasa paling dibohongi.
“Om yang di luar Papua (merasa dibohongi). Saya yang di Papua aja paling merasa dibohongi. Saya pikir bahasa daerah Biak atau apa,” kata Mamat sambil tertawa saat menanggapi obrolan Deddy Corbuzier yang mengklaim bahwa dirinya dibohongi oleh sekolah.
Baca Juga: Usai Komentari Perform Jennie Blackpink, Kiky Saputri Tuai Hujatan
Menanggapi hal serupa, Arie Keriting mengatakan bahwa informasi terakhir yang didapatkannya mengenai asal lagu ‘Yamko Rambe Yamko’ bahwa lagu tersebut berasal dari Lembah Grime, Papua.
Namun demikian, ia mengatakan bahwa informasi yang didapatkannya pun masih belum valid.
“Informasi terakhir, kalau lagu itu dari Lembah Grime. Mungkin, mungkin. Tapi itu juga saya ikuti informasinya belum ada yang valid, gitu,” kata Arie Kriting.
“Tapi kami berfikiran bahwa bisa jadi ini adalah bahasa yang sudah punah. Bisa jadi,” tutur Arie.
“Bisa jadi,” kata Deddy menanggapi Arie.
Lebih lanjut, Mamat Al-Katiri dan Arie Keriting juga mengungkapkan bahwa mereka pun tidak mengetahui arti dari lagu Yamko Rambe Yamko.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran