SUARA SUMEDANG – Pegasus, alat sadap tercanggih berbentuk software asal Israel diduga telah memasuki Indonesia.
Perangkat lunak Pegasus tersebut dibuat oleh NSO Group, sebuah firma teknologi dari Israel yang didirikan pada 2010.
Hasil dari laporan Citizen Lab dan Amnesty International menyebut bahwa Pegasus dapat memecah komunikasi yang terenskripsi dari semua perangkat elektronik berbasis OS, juga iPhone, Mac, dan android.
Alat penyadap tersebut diduga didatangkan oleh PT Mandala Wangi Kreasindo, namun saat ditelusuri Tim IndonesiaLeaks, keberadaan perusahaan itu tidak ditemukan.
“Kini sudah tidak ada lagi. Kami tidak tahu lagi,” kata salah satu petugas yang ditemui pada alamat yang sesuai PT Mandala Wangi, dikutip dari Tim IndonesiaLeaks, Senin (12/6).
Menurut sumber dari IndonesiaLeaks, alat Pegasus sebenarnya berfungsi untuk pertahanan negara dari ancaman pihak luar, bukan untuk memata-matai masyarakat maupun tokoh politik Indonesia.
Sayangnya, pada praktiknya Pegasus sering disalahgunakan bahkan sampai menimbulkan abuse terhadap target.
Di Indonesia sendiri, disebut-sebut ada dugaan target abuse terhadap dua tokoh politik yang menjadi sasaran Pegasus, yaitu Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto.
Saat melakukan konfirmasi dengan juru bicara Airlangga, Alia Karenina mengaku tidak mengetahui ponsel mana yang disusupi Pegasus.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ditanya Soal Lesti Kejora dan Rizky Billar, Soimah Masa Bodoh Gak Mau Tau Urusannya
“Kami tidak tahu HP yang mana yang kena. Kami belum melakukan pemeriksaan,” ungkap Alia kepada IndonesiaLeaks.
Penggunaan Pegasus di Indonesia bukanlah hal baru, sebab informan IndonesiaLeaks mengungkap bahwa kontestasi politik nasional pada Pemilu 2019 silam disinyalir adanya indikasi penggunaan alat sadap Pegasus.(*)
Sumber: Liks.suara.com
Berita Terkait
-
Gedung Baru Kampus UPI Khusus untuk Prodi Pariwisata, Diresmikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang
-
Mengenal Pegasus Alat Penyadap dari Israel yang Konon Sudah Ada di Indonesia, Begin Cara Kerjanya
-
Demokrasi di Indonesia Terancam! Alat Sadap Pegasus Buatan Israel Diduga Masuk ke Tanah Air Melalui Pihak Ketiga
-
Desas-desus Alat Sadap Canggih Buatan Israel Pegasus Diduga Digunakan untuk Pembungkaman di Indonesia
-
Intip 4 Pemain Persib Bandung yang Perkuat Timnas Indonesia vs Argentina, Ada Rachmat Irianto hingga Marck Klok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
4 Brightening Serum dengan Glycolic Acid Solusi Wajah Lebih Cerah dan Halus
-
Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan
-
Sentil Titi DJ, Citra Scholstika Curhat Pengalaman Pahit Dibanding-bandingkan Juri
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Scroll LinkedIn Terus, Kenapa Malah Jadi Insecure?
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah