/
Rabu, 14 Juni 2023 | 13:40 WIB
Penandatanganan kerjasama antara Pemkab Sumedang dengan Perhutani dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Pemkab Sumedang)

SUARA SUMEDANG - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sumedang jalin kerjasama dengan Perhutani.

Kerjasama ini dijalin dalam upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Penandatangan kerjasama ini dilakukan di sela-sela kegiatan Destana di Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka.

Hal tersebut, dikonfirmasi oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang mengatakan jika ada kerjasama penandatangan MoU dengan Perhutani.

“Kami melakukan MoU dengan Perhutani, karena Perhutani mengelola hutan-hutan produksi,” kata Dony.

Dony juga menyampaikan, kerjasama ini dilakukan merupakan upaya dari Pemkab Sumedang dan Perhutani agar bersama-sama meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam rangka mengurangi resiko bencana dan penanganannya.

“Kerjasama ini sangat pas waktunya di musim kemarau. Karena biasanya di Sumedang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta kekeringan,” ucap Dony.

Menurut Dony, penanganan bencana seperti karhutla, ditangani di hilirnya saja. Seharusnya, karhutla bisa dicegah dari hulunya.

“Padahal kerjasama itu harus dimulai dari hulunya, dari sebelumnya dengan cara mengatisipasi, memitigasi resiko bencana,” ujar Dony.

Baca Juga: Regenerasi Pemain, Luis Milla Tambah Kuota Pemain dari Akademi di Sesi Latihan Persib Bandung

“Oleh karena itu, kami dengan Perhutani melakukan ikhtiar-ikhtiar untuk pencegahan bencana secara bersama-sama,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dony mengatakan petugas perhutani bisa mencegah karhutla di area Gunung Tampomas, dengan cara melarang masyarakat membawa pemantik api.

“Harus tegas yang mau masuk (ke Gunung Tampomas) harus diperiksa, jangan ada rokok dan koreknya. Bagi yang merokok saat membuang puntung harus dipastikan apinya sudah benar-benar mati,” kata Dony.

“Karena jika masih menyala lalu tertiup angin, itu bisa jadi penyebab kebakaran,” lanjutnya. (*)

Load More