SUARA SUMEDANG - Seorang pakar ekspresi Kirdi Putra, membaca gelagat Rendy Kjaernett kala menggelar konferensi pers guna mengeluarkan permintaan maaf atas dugaan perselingkuhannya dengan Syahnaz Sadiqah.
Menurut Kirdi, permintaan maaf yang disampaikan Rendy di depan khalayak luas tidaklah tulus.
Hal tersebut diunggah di kanal YouTube Kabar Populer yang berjudul 'TIDAK TULUS..!!! Mimik Wajah Rendy Kjaernett Saat Minta Maaf Dibaca Pakar Ekspresi'.
Jadi kalau kita bicara tentang ekspresi yang ditampilkan Rendy dan bagaimana dia melakukan preskonnya buat saya ini pertanyaan menarik.
"Kenapa satu permintaan maaf itu kita bisa sebut sebagai permintaan maaf yang benar-benar tulus. Kalau misalnya permintaan maaf mengandung 3 bagian kata akhir di Putra 1 harusnya menjelaskan Siapa yang minta maaf kedua minta maaf kepada siapa secara spesifik," kata Kirdi.
Kirdi menjelaskan, di sini Rendy gagal harusnya menjelaskan bahwa dia meminta maaf kepada istrinya Lady Nayoan misalnya tapi enggak dia buka luas kepada masyarakat.
"Yang lebih gak jelas lagi yang ketiga untuk apa kalau misal untuk permintaan maaf mengambil makanannya gitu ya. Misalnya Saya minta maaf kepada istri saya karena saya ambil makanan istri saya kan spesifik tapi ini kan tidak," ujarnya.
Selain itu, Kirdi tak melihat adanya penyesalan yang diperlihatkan Rendy ketika preskon tersebut.
Dari beberapa data yang diperoleh, ia menyimpulkan preskon tersebut merupakan cara Rendy Kjaernett untuk memperbaiki nama baiknya.
Kedua, ketika Rendy itu selama pereskon kita perhatikan deh cara dia mau fokus pada keluarganya perbaikan keluarga kalau kita tutup wajah bagian atas kita lihat bagian bibir ini.
"Senyum ditahan artinya apa itu gabungan dari ekspresi takut dan sedih dan ekspresi takut dan sedih Itu sama sekali tidak muncul di Rendy yang ada dia gugup," jelas Kirdi.
"Sebelumnya dan nahan senyum dalam prosesnya ini tidak ada penyesalan," lanjutnya.
Kirdi Putra menjelaskan, ini adalah cara untuk Rendy Kjaernett menjaga nama baik dia tapi bukan klarifikasi atau permintaan maaf.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Murka saat Rendy Kjaernett Klarifikasi Soal Video Panasnya dengan Syahnaz Sadiqah, Ternyata Begini Faktanya
-
Jeje Govinda Dinilai Netizen Pura-Pura Bahagia di Tengah Isu Perselingkuhan Syahnaz, Kini Banjir Hujatan
-
Mulai Cemburu, Arya Saloka Ingin Amanda Manopo Kembali ke Ikatan Cinta daripada di Cinta Tanpa Karena, Cek Faktanya!
-
Sempat Ketahuan Bulan September dan Berdamai, Ternyata Rendy Sempat Perlakuan Istimewa Lady Nayoan
-
Inara Rusli Dapat Awards Gegara Bongkar Aib Suami, Sindiran Sonny Septian dan Ivan Gunawan Bikin Menohok
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena