SUARA SUMEDANG-Dengan menggandeng banyak pihak, Bareskrim Polri membongkar jaringan kartel narkoba besar internasional Fredy Pratama.
Selain itu, tambahnya, jaringan narkoba Fredy Pratama mengatur komunikasi dengan sangat baik melalui penggunaan aplikasi yang jarang digunakan masyarakat. Selain itu, banyak rekening dari berbagai bank juga digunakan.
Kasus ini ditemukan oleh Polri berkoordinasi dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia, Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia, Kepolisian Kerajaan Thailand, Us-Dea dan instansi terkait lainnya, dan mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bermula dari kejadian tersebut dan obat-obatan seperti metamfetamin kristal dan ekstasi di semua negara.
Beberapa fakta tentang terungkapnya jaringan narkoba kelas internasional:
1. Operasi Escobar
Polisi juga melancarkan operasi yang disebut Escobar untuk menangkap tersangka yang diyakini berada di Thailand. Kata sandi Escobar sepertinya diambil dari nama raja narkoba dan pengedar narkoba Kolombia, Pablo Emilio Escobar Gaviria alias Pablo Escobar, penjahat terkaya di dunia. Mukti tak menampik, sandi operasi penangkapan Fredy Pratama terinspirasi dari tokoh tersebut.
2. Total kekayaan Fredy Pratama mencapai Rp 10,5 triliun
Wahyu mengatakan total aset sindikat narkoba internasional Fredy Pratama mencapai Rp 10,5 triliun. Total barang bukti narkoba yang disita dalam kasus ini adalah 10,2 ton sabu, dan diperkirakan 100 hingga 500 kg sabu dibawa masuk ke Indonesia untuk diedarkan.
3. Fredy Pratama mungkin telah mengubah penampilannya
Baca Juga: Jaringan Kakap Narkoba Fredy Pratama Ubah Tampilan Untuk Kelabui Pihak Kepolisian
Sepanjang tahun 2020 hingga 2023, terdapat 408 laporan polisi dengan 884 tersangka ditangkap dan semuanya jelas terkait dengan Fredy Pratama.
“Iya, mungkin saja wajahnya berubah ya. Ya, kami tidak tahu mau operasi plastik atau tidak, dia ganti identitas,” kata Mukti.
4. Fredy Pratama masih DPO
Tersangka Fredy Pratama selaku pemeran utama kasus ini masih berstatus DPO artinya buron dan diyakini berada di Thailand.
5. Bareskrim mendapat penghargaan MURI
Piagam penghargaan Rekor MURI diserahkan langsung oleh pendiri MURI Jaya Suprana kepada Komjen Pol Wahyu Widada di sela-sela pengungkapan kasus jaringan narkoba transnasional Fredy Pratama.(*)
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Gubernur Tokyo Minta Karyawan Pakai Celana Pendek ke Kantor, Ada Apa?
-
Ini Alasannya Mengapa JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight
-
Lantik Perwira Baru, Prabowo Ingatkan Jangan Pernah Korupsi
-
Sinopsis 'Other Mommy': Ketika Ibu Kandung Sendiri Berubah Jadi Entitas Menyeramkan
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Kas PTPP Mengering, Utang Bank Membengkak Nyaris Tiga Kali Lipat
-
DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Ole Romeny Berpotensi Duet dengan Mohamed Ihattaren di Fortuna Sittard, Kombinasi Mematikan?