/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 11:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (suara.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mulai merealisasikan penataan ulang kawasan eks lokalisasi Dolly yang ada di Jalan Kupang Gunung Timur, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya pada Senin (29/08/2022).

Penataan ulang yang ditinjau langsung oleh Eri Cahyadi, Walikota Surabaya dimulai dengan melakukan pemetaan wilayah. Eri Cahyadi meninjau lokasi taman, eks Wisma Barbara, Pasar Burung, sampai Akik Dolly.

Eks lokalisasi Dolly tersebut rencananya akan dijadikan beberapa objek wisata, salah satunya destinasi religi yang rencananya akan diselesaikan bulan Desember ini. Hal ini karena di wilayah tersebut terdapat makam yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Sunan Ampel.

“Ada makam sosok yang ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan Sunan Ampel,” ucap Eri Cahyadi.

Sosok sesepuh tersebut bernama Ngadimin Wahab atau lebih akrab Abah Petruk yang merupakan babat alas atau pembuka jalan area Kupang. Lokasi makam sendiri tidak terlalu jauh dari eks lokalisasi, tepatnya di Kupang Gunung Timur.

Wisata religi tersebut rencananya difokuskan untuk warga serta wisatawan dari luar daerah yang akan berkunjung. Selain itu, ada juga beberapa objek wisata lain yang akan dibangun di lokasi ini.

“Membangung suatu bangunan atau area itu nggak bisa parsial. Harus bersama-sama. Nggak bisa bilang aku pengen bangun ini tok tanpa membangun wilayah lain,” jelas Walikota Surabaya.

Menurut Eri, Pemkot Surabaya menargetkan waktu selama 4 bulan untuk mengubah Dolly menjadi tempat wisata. Saat ini, pemerintah masih melakukan pemetaan karena banyak aset di eks lokalisasi Dolly yang belum dimanfaatkan.

“Kami petakan wilayah di Dolly. Target Desember selesai dan bisa dibuka,” ujar Eri Cahyadi dalam tinjauannya di gedung eks lokalisasi Barbara pada Senin (29/08/2022).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melandai, Satgas Kampung di Surabaya Diproyeksikan Ikut Entaskan Kemiskinan

Pemerintah juga sudah memberi beberapa tempat di Dolly, namu selama puluhan tahun dimanfaatkan. Dalam pembangunan ini rencananya beberapa wima tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Gedung eks Wisma Barbara yang terdiri dari 6 lantai juga akan ditata ulang agar semuanya bisa dimanfaatkan.

“Kami punya anak-anak muda Surabaya yang bergerak di bidang perfilman. Itu bisa pakai bekas Gedung Barbara untuk working space di lantai 4, 5, dan 6 yang masih kosong. Bisa dipakai teman-teman membuat film terkait Dolly Saiki dan Dolly biyen,” lanjut Eri.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Surabaya tersebut juga menjelaskan mengenai rencana pembangunan. Lantai 1 bekas Wisma Barbara ini akan digunakan untuk rumah makan, kafe, serta menjual berbagai produk UMKM,

Sementara lantai 2 akan dimanfaatkan sebagai tempat produksi sandal. Pembangunan wilayah Dolly tersebut rencananya akan menggunakan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2022.

Load More