Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Sidoarjo baru-baru ini. Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro selaku Kapolresta Sidoarjo pada Minggu (04/09/2022) memaparkan jika terdapat laporan kasus pelecehan terhadap anak sejak Sabtu (03/09/2022) malam.
Korban kasus pelecehan seksual tersebut adalah seorang anak perempuan yang tengah duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Sementara tersangka kasus pencabulan tersebut adalah R (31) yang merupakan ibu kandung korban dan S (51), ayah tirinya.
Kedua tersangka tersebut kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Kombes Pol Kusumo menjelaskan bahwa anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas VI SD tersebut diperkosa oleh ayah tirinya.
Namun, hal yang mengejutkan adalah tindakan tersebut dilakukan dengan adanya dorongan dari ibu korban. Hingga kini pihak kepolisian Sidoarjo masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa motif kedua tersangka melakukan tindakan tersebut.
“Kami masih melakukan penyidikan dan pendalaman untuk motif dari kedua tersangka,” ujar Kombes Pol Kusumo.
Sementara kronologis terungkapnya kasus ini adalah ketika korban berusaha kabur dari rumahnya, lalu ditemukan oleh salah satu warga. Selanjutnya, warga tersebut membuat laporan atas terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap anak.
Kombes Pol Kusumo juga memaparkan jika ayah tiri korban sudah melakukan tindakan tak bermoral ini sebanyak tiga kali. Mirisnya tindakan tersebut dilakukan di kediaman mereka di Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Sampai saat ini polisi masih belum bisa menentukan pasal yang tepat karena pernyataan dari pelaku membingungkan dan berbeda-beda.
Kasus ini bahkan mendapatkan perhatian dari Tri Rismaharini, Menteri Sosial RI yang melangsungkan kunjungan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo pada Minggu (04/09/2022).
Mensos Risma yang memperoleh kabar ini dari kerabatnya merasa geram karena ayah tiri korban menjadi pencabulan atas dorongan ibu kandung anak kelas VI tersebut sendiri. Tri Rismaharini juga sempat berbincang dengan korban dan menjelaskan kondisi anak tersebut sedang trauma, bahkan tidak ingin bertemu dengan keluarganya.
Korban kasus pencabulan oleh ayah tirinya sendiri tersebut saat ini sudah berada di tempat yang aman dengan pendampingan dari psikolog.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
6 iPhone Lawas yang Kameranya Bagus dan Murah 2026, Masih Layak Dipakai!
-
Ironi Cinta dalam Buku Passion: Mencintaimu dalam Setiap Ruang dan Waktu
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
-
Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan
-
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bahas 3 Perda Strategis dan Evaluasi Kinerja Pemkot
-
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya
-
5 Rekomendasi Serum yang Ampuh Atasi Flek Hitam Membandel, Harga Mulai Rp90 Ribuan
-
KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta
-
5 Moisturizer dengan Kandungan Pencerah untuk Menyamarkan Flek Hitam
-
Penjualan Daihatsu April 2026 Melejit Sigra dan Gran Max Jadi Primadona