/
Rabu, 14 September 2022 | 21:40 WIB
Wakil Ketua MPR Pasang Badan, Saat Izin Ponpes Gontor Terancam Dicabut (suarajatim.id)

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah pasang badan untuk Ponpes Gontor.

Basarah menentang segala upaya untuk membubarkan Pondok Gontor karena penganiayaan yang mengakibatkan kematian salah satu santri.

“Kekerasan terhadap santri yang berujung pada kematian tentu sangat disayangkan, namun usulan untuk membubarkan Gontor sebagai institusi pendidikan islam berbasis asrama dibubarkan atau mencabut izin operasionalnya, menurut saya, merupakan pemikiran yang tergesa-gesa,” kata Ahmad Basarah dalam keterangan tertulis yang sudah diterima di Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Anggota Komite X DPR RI ini membidangi pendidikan ini yang mengajak semua pihak untuk tenang dan bersikap proporsional dalam menilai peristiwa penganiayaan santri Gontor tersebut.

Ia menilai, aksi kekerasan itu bukan atas intruksi guru dan pimpinan Gontor, melainkan karena emosi para santri.

Beliau menjelaskan bahwa ada tiga alasan mengapa pemerintah dan masyarakat harus berpikir positif dan menjaga agar Pondok Pesantren Gontor tetap hidup.

Pertama, menurutnya Gontor adalah pesantren modern yang mendidik dan mengajarkan santri untuk berpikir terbuka melalui bahan ajar yang ada, seperti kitsb Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd dan kitab Al-Adyan.

Ia mengatakan bahwa kitab Bidayatul Mujtahid yang ditulis oleh Ibnu Rusyd tidak hanya mengajarkan satu madzhab tetapi semua madzhab.

Dengan demikian, sejak remaja calon-calon alumni Ponpes Gontor dibiasakan dengan perbedaan pendapat, hidup terbuka, tidak terlalu fanatik pada satu mazhab dan memiliki sikap toleransi.

Baca Juga: Sulit untuk Tidur di Malam Hari? Ini Makanan dan Minuman yang Dipercaya Bisa Membantu

Dengan Kitab Al-Adyan, Pondok Pesantren Gontor mengajarkan santrinya tentang agama-agama yang ada di tanah air. Hal ini sesuai dengan falsafah Pancasila dan kondisi bangsa Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, lanjutnya, Ponpes Gontor telah melahirkan banyak tokoh moderat yang pro-politik kebangsaan, seperti K.H. Hasyim Muzadi, Nurcholish Madjid, dan lain sebagainya.

Ketiga, Sekretaris Dewan Penasehat PP Baitul Muslim se-Indonesia sangat mengapresiasi empat semboyan Pondok Pesantren Gontor yaitu berbudi pekerti.

Tinggi badan, berpengatahuan luas dan berpikiran bebas. Semboyan ini banyak dibahas dalam karya ilmiah, dari skripsi hingga tesis.

Dengan motto ini, menurutnya Ponpes Gontor memerintahkan santri untuk bersikap rasional tetapi memiliki sifat berakhlak luhur.

Hal ini diperlukan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Load More