Menjelang prosesi pemakaman Ratu Elizabeth yang akan dilaksanakan pada Senin (19/09/2022), ribuan warga rela menunggu. Bahkan banyak yang memutuskan untuk bermalam di ruang terbuka London guna bisa menyaksikan prosesi pemakaman sang ratu.
Ribuan orang yang bermalam tersebut bahkan membawa peralatan lengkap, mulai dari ranjang tiup, kantong tidur, tenda, hingga termos teh. Ada juga yang tidur dan duduk di atas tanah bermodalkan jaket saja.
Hingga menjelang prosesi pemakaman, banyak orang yang terus berdatangan untuk menghormati mendiang sang ratu. Apalagi sang ratu sudah memimpin selama 7 dekade dan terkenal sangat peduli dengan negaranya.
Tak jarang juga yang membawa buket bunga sebagai salah satu tanda penghormatan untuk sang ratu. Prosesi pemakaman Ratu Elizabeth ini dinilai akan memecahkan rekor karena akan disiarkan oleh 125 negara di Inggris.
Para warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir di depan peti sang ratu bahkan rela mengantri hingga 14 jam. Tak hanya warga biasa, bahkan kalangan selebriti Hollywood juga turut mengantri untuk memberi penghormatan terakhir kepada Ratu Elizabeth.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan
-
Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing
-
Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?
-
20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi