Baru-baru ini nama Bjorka tambah tenar karena ia membocorkan siapa dalang dari pembunuhan Munir, seorang aktivis HAM yang meninggal pada 7 September 2004 lalu dalam penerbanagan Garuda Indonesia GA-974 dari Jakarta ke Amsterdam melalui Singapura.
Dalam pemberitaan Harian Kompas sehari setelahnya disebutkan bahwa Munir meninggal sekitar dua jam sebelum pesawat yang ditumpanginya mendarat di bandara Schipol, Amsterdam, Belanda, pukul 08.10 waktu setempat.
Dari hasil autopsi ditemukan adanya senyawa arsenik dari dalam tubuh Munir.
Proses hukum terhadap orang yang dianggap terlibat dalam kasus pembunuhan juga sudah pernah dilakukan.
Kematian Munir ini masih menjadi misteri hingga saat ini dan belum ada titik terang siapa dalang dalam pembunuhan ini.
Pada beberapa waktu lalu, Bjorka mengungkap bahwa dalang dari pembunuhan ini adalah mantan Deputi V badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr.
Setelah pensiun, Muchdi Pr terjun ke dunia politik dan saat ini menjabat menjadi sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.
Partai Berkarya menduga ada niat lain di balik upaya Bjorka mengungkit kembali kasus Munir ini.
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya menduga hal ini mungkin digunakan untuk menutupi isu terbaru atau mungkin saja sekedar isu jelang pemilu 5 tahunan.
Baca Juga: Resmi Wajib Militer, Kang Tae Oh Berpisah dengan Fans di Pusat Pelatihan
Di sisi lain, Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menyebut ada 5 nama yang diduga ikut terlibat kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir.
Kelima nama ini adalah AM Hendropriyono, Muchdi PR, Bambang Irawan, Indra Setiawan, dan Ramelga Anwar.
Kelimanya diduga merupakan aktor-aktor yang terlibat dalam pemufakatan pembunuhan Munir.
Sedangkan bagi Suciwati, istri almarhum aktivis HAM, Munir menilai aksi ini merupakan sebuah pertanda bahwa publik menginginkan kasus ini diusut hingga ke aktor intelektual.
Suciwati menilai bahwa aktor utama pembunuh Munir hingga saat ini belum sama sekali diadili.
Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana mengatakan data-data Bjorka yang diungkap ke publik dinilai bukan merupakan hal baru.
Meski begitu, akan menjadi sebuah pengingat untuk masyarakat, aparat penegak hukum maupun Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama