Penarikan tabung ini akan dilakukan secara bertahap, erutama bagi daera-daerah yang telah mendapatkan alokasi dana untuk memberikan paket kompor listrik gratis untuk masyarakatnya.
Menurut salah satu sumber, penarikan peredaran tabung gas LPG 3 kg ini dimaksudkan untuk mengurangi kelebihan pasokan listrik PLN.
Usulan pencabutan peredaran LPG ini datang dari Badan Anggaran DPR.
Kelebihan listrik domestik akan berpotensi terus meningkat dan ditambah lagi adanya sumber energi baru dan terbarukan.
Di sisi lain, pertumbuhan listrik negara hanya 5-6% setiap tahunnya.
Dengan kondisi ini negara harus menanggung kelebihan pasokan dan akan membebani keuangan negara.
Pembagian kompor listrik secara gratis juga diperlukan untuk memangkas subsidi LPG yang mencapai 134,7 triliun pada tahun ini.
Pemerintah sebenarnya harus menanggung lebih dari 30 ribu untuk setiap tabung LPG 3 kg.
Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat memangkas jumlah subsidi yang diberikan untuk gas LPG.
Baca Juga: Tiga Ide Dekorasi Dari Bulu Ayam yang Bisa Dibuat di Rumah
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membagikan kompor listrik induksi secara gratis kepada masyarakat di sejumlah daerah.
Nantinya, masyarakat akan mendapatkan satu unit kompor listrik dengan dua tungku masak yang masing-masing memiliki daya 1.000 watt.
Selain kompor, masyarakat juga mendapatkan dua unit peralatan pelengkap seperti panci dan wajan disertai modul Internet of Things atau IoT untuk menyimpan data konsumsi energi listrik.
Kompor ini juga dilengkapi dengan sarana komunikasi.
Dalam satu paket sudah termasuk penggantian pembatas daya untuk penggunaan kompor induksi.
Konsumsi energi kompor listrik kisaran 9 kWh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Perempuan Muda Asal Jombang Tewas Terlindas Truk Akibat Motor Oleng
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
-
Tayang 2027, Oh Jung Se Berpeluang Bintangi Drakor Sunning Baseball Club
-
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
-
Daftar HP Android yang Segera Bisa Kirim File ke iPhone via AirDrop, Samsung hingga OnePlus Kebagian
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Semarang Barat Dikepung Banjir: Tanggul Plumbon Jebol, Lansia Hanyut
-
500 Ton Sampah Warga Kota Malang Bakal Jadi Sumber Energi Baru
-
Tragedi Banjir Semarang: Remaja Putri 15 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Silandak
-
Dinas Pendidikan Riau: Sekolah Dilarang Tahan Ijazah, Tunggakan Dibantu Baznas