Sebab, kedapatan pengunjung yang melakukan siaran langsung ketika sidang berlangsung. Lebih tepatnya sidang agenda pemeriksaan saksi dari terdakwa Richard Eilezer atau Bharada E.
“Seluruh pengunjung dimohon untuk tidak ada yang melakukan siaran langsung, kalau ada yang ketahuan tolong dikeluarkan, taati Undang-Undang,” ucap hakim Wahyu.
Ketua majelis Hakim Wahyu Imam Santosa memberhentikan persidangan hingga dua kali. Pemberhentian dilakukan ketika pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjutak memberikan keterangan.
Hakim Wahyu Imam Santosa memerintahkan petugas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengecek seluruh pengunjung yang ada di dalam ruangan. Beberapa saat pengecekan, sidang dilanjutkan kembali.
Bharada E atau Richard Eilezer memasuki ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai terdakwa pada sekitar pukul 09.48 WIB. Tidak lama setelah itu, disusul oleh 12 saksi yang merupakan keluarga dari Brigadir J dan pengacara memasuki ruang sidang dan duduk di kursi yang disediakan.
Saksi yang diminta oleh majelis hakim diantarannya keluarga Brigadir Yosua, yaitu Rosti Simanjuntak, Samuel Hutabarat, Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Novitasari Nadea, Rohani Simanjuntak, Sanggah Parulian, Rosline Emika Simanjuntak, Vera Mareta Simanjuntak, Indrawanto Pasaribu, Marezal Rizky,
Saksi yang dihadirkan dengan jumlah 12 orang tersebut mengenakan baju yang seragam dengan bertuliskan “Justice for Brigadir J”. Kemudian, majelis hakim membacakan identitas para saksi secara lengkap.
Kuasa hukum keluarga Yosua, Kamaruddin berharap agar seluruh saksi dapat diperiksa secara bersamaan. Yang mana hal ini bertujuan untuk mempersingkat waktu, sebab seluruh keterang saksi memiliki kesamaan.
“Karena keterangan yang dijelaskan hampir sama, kami memohon kepada majelis hakim agar saksi diperiksa secara bersamaan. Serta untuk menghemat waktu,” ucap Kamaruddin pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Baca Juga: 5 Kesulitan yang Sering Dialami Fresh Graduate saat Pertama Kali Bekerja
Juga Terlihat momen ketika Bharada E menghampiri kedua orang tua Yosua. Bhrada E melakukan sungkem di kaki ayah dan ibu Yosua secara bergantian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid Jadi Khatib Salat Id di Masjid Raya Baitul Khairaat
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Hijrah Total, Fariz RM Pensiun dan Berhenti Gunakan Ponsel
-
Film Magellan: Slow Cinema Terindah Tentang Kehancuran
-
Overthinking Masalah Keuangan: Wajar atau Berlebihan?
-
Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi
-
7 Napi di Sultra Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Khusus
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel