Pasalnya terdakwa Ardi dinilai JPU terbukti kuat menjadi kurir 6.000 butir pil ekstasi.
Selain tuntutan penjara, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan penjara.
"Meminta kepada Majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun denda Rp 1 miliar dan subsidair 6 bulan penjara," kata JPU, Rahmi Shafrina.
Jaksa menilai perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
"Terdakwa telah terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram," jelas Jaksa.
Usai mendengar nota tuntutan yang dibacakan JPU, majelis hakim yang diketuai oleh Zufida Hanum memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui Penasihat Hukum (PH), apabila merasa keberatan dengan tuntutan yang dibacakan.
"Tuntutan sudah dibacakan ya, kalau kamu merasa keberatan, kamu bisa melakukan pembelaan melalui PH," kata hakim.
Majelis hakim pun menunda persidangan hingga pekan depan.
Sebelumnya, Jaksa Penutut Umum (JPU) ketika menuturkan dakwaannya, mengatakan perkara ini bermula pada Rabu (31/08/2022) sekitar pukul 11.30 WIB saat terdakwa Ardiansyah alias Ardi bersama dengan saksi Jordan Zein alias Jordan sedang duduk di teras rumah terdakwa di Komplek Puskopabri Blok C No 57, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Baca Juga: Surat Utang Negara Makin Diminati Investor
Lalu, Ferry (dalam lidik) datang menemui terdakwa dan Jordan untuk menawarkan pekerjaan mengantarkan paket narkotika jenis pil ekstasi, terdakwa dan Jordan menyetujuinya lalu Ferry pulang menuju rumahnya.
"Selanjutnya terdakwa bersama dengan Jordan pergi menemui Ferry di rumahnya. Setelah bertemu, Ferry menyerahkan satu buah tas warna hitam di dalamnya terdapat 30 bungkus plastik klip warna biru berisikan narkotika jenis Pil ekstasi masing-masing bungkus berisikan 200 butir pil exstasy warna merah muda berlogo bertuliskan WY dengan jumlah keseluruhan sebanyak 6000 butir dengan berat keseluruhan seberat 571 gram netto kepada terdakwa dan Jordan untuk diantarkan ke Jalan Melati Raya (Simpang Pemda), Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan," kata Jaksa.
Terdakwa bersama Jordan berangkat menuju tempat yang diarahkan dengan mengendarai satu sepeda motor merk Honda Vario warna hitam BK 6450 MBI serta membawa satu buah tas warna hitam di dalamnya berisikan pil extasy tersebut.
"Sekitar pukul 12.30 WIB, Ardiansyah dan Jordan diberhentikan oleh anggota kepolisian dan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap satu sepeda motor mereka dan ditemukan barang bukti satu buah tas warna hitam di dalamnya terdapat 30 bungkus plastik klip warna biru berisikan narkotika jenis pil ekstasi masing-masing bungkus berisikan 200 butir pil exstasy warna merah muda berlogo bertuliskan WY dengan jumlah keseluruhan sebanyak 6000 butir, dengan berat keseluruhan seberat 571 gram netto," jelasnya.
Selanjutnya terdakwa bersama-sama dengan Jordan Zein alias Jordan berikut barang bukti yang disita dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk penyidikan lebih lanjut.
"Terdakwa dan Jordan dijanjikan upah sebesar Rp 100 apabila berhasil mengantarkan narkotika jenis pil extasy," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang