- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kunjungi Klenteng Sam Poo Kong Semarang pada Sabtu (14/2) untuk penguatan sinergi pusat-daerah.
- Kunjungan tersebut bertujuan mendorong pengembangan pariwisata berbasis sejarah, budaya, sekaligus meninjau potensi lokal.
- Kehadiran Wapres diharapkan mempererat kolaborasi pemerintah untuk percepatan pembangunan pariwisata dan ekonomi lokal Semarang.
Suara.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang dengan menyambangi kawasan wisata religi dan budaya Klenteng Sam Poo Kong, Sabtu (14/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi pusat dan daerah sekaligus dorongan bagi pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Kedatangan Gibran disambut antusias masyarakat, pengurus klenteng, tokoh agama, serta pelaku UMKM di sekitar kawasan. Rangkaian penyambutan berlangsung meriah dengan tarian Gambang Semarang dan atraksi barongsai yang menggambarkan kekayaan budaya setempat.
Dalam kunjungannya, Gibran meninjau langsung area ibadah serta aktivitas ekonomi warga di sekitar Sam Poo Kong. Ia juga berdialog dengan pengelola dan masyarakat mengenai potensi pengembangan kawasan wisata agar semakin tertata, nyaman, dan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang turut mendampingi, menyebut kehadiran Wakil Presiden menjadi dorongan moral bagi pemerintah daerah untuk terus merawat keberagaman dan memperkuat sektor pariwisata.
Menurutnya, Sam Poo Kong bukan sekadar destinasi religi, tetapi simbol akulturasi budaya dan toleransi yang telah lama mengakar di Semarang. “Kawasan ini mencerminkan harmoni kehidupan masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang juga memaparkan sejumlah langkah penataan kawasan, mulai dari peningkatan fasilitas publik hingga dukungan bagi pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dari sektor wisata semakin dirasakan warga.
Kunjungan Gibran diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran—terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Juru Masak Makan Bergizi Gratis di Lampung Dilatih MasterChef Norman Ismail
-
Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, DPR Minta Polri Beri Sanksi Berat Tanpa Kompromi
-
Dari Koper Putih ke Tes Rambut Positif, Jerat Narkoba Eks Kapolres Bima Kian Terang!
-
Gudang Peralatan Masak di Ragunan Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting
-
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Wilayah Jakarta dan Bogor Hari Ini
-
FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri
-
Persiapan Ramadan Masjid Ahmadiyah Jagakarsa: 500 Paket Bansos dan Salat Tahajud Kolektif
-
Sekjen KAKI: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Harus Nasehati Gatot Nurmantyo Dkk
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Tersangka Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Terancam Pidana Seumur Hidup