Kedatangan kapal Peace Ark disambut baik oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), perwakilan Kedutaan Besar China di Indonesia, para pengusaha, masyarakat serta warga keturunan China di Indonesia.
"Dalam beberapa tahun belakangan Indonesia dan China telah memperkuat hubungan bilateral dan telah terbentuk kemitraan strategis yang komprehensif", kata Komandan Misi Harmoni 2022, Laksamana Muda Qiu Wensheng saat upacara penyambutan kedatangan Peace Ark di Jakarta.
Sementara itu, Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksamana Muda Agus Haryadi mengatakan bahwa menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan persaudaraan Angkatan Laut antar kedua angkatan laut.
Dengan berbagai sektor kerja sama. Agus berharap agar selama kunjungan ini kapal Peace Ark mendapat pengalaman yang tak terlupakan.
Kapal Peace Ark, yang singgah di Indonesia selama 10-18 November itu, akan memberikan layanan kesehatan kepada warga Indonesia dan warga keturunan Tionghoa di Indonesia.
Ini adalah misi kemanusiaan Peace Ark ke luar negeri yang ke-10 setelah sebelumnya pada 2013 melakukan kunjungan ke Indonesia.
Ark Peace adlah sebuah kapal rumah sakit yang dirancang dan dibangun oleh China. Kapal itu dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih sehingga mampu melakukan diagnosis dan perawatan serta operasi biasa.
Sejauh ini, kapal Peace Ark telah melakukan sembilan kali rangkaian “Mission Harmony", dengan mengunjungi 43 negara dan wilayah (termasuk ke Indonesia pada 2013), melintasi enam benua dan tiga samudra sejauh 240.000 mil.
Kapal Peace Ark telah memberikan layanan medis kemanusiaan kepada lebih dari 230.000 orang, mengobati 500 pasien katarak dan menangani 1.400 lebih operasi selama menjalani misinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026