Seekor Harimau Sumatera (Pantera tigris sumatrae) bernama "Bestie" berhasil dilepasliarkan di Keudah-Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser.
Pelepasliaran ini menggunakan helikopter dengan metode longline dari Bandara Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Jumat.
Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, dalam keterangan tertulis mengatakan sebelumnya Bestie adalah harimau sumatera yang masuk perangkap kandang jejak di Sei Sirah, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Rabu (31 Agustus 2022).
Kemudian dilakukan observasi di Lembaga Konservasi Medan Zoo, dengan maksud untuk memudahkan proses pemeriksaan kesehatan satwa sebelum dilepasliarkan kembali.
"Hasil pengecekan kesehatan harimau sumatera Bestie adalah berat badan 65 kg,suhu tubuh normal,sudah tidak ditemukan caplak, luka pada ekor dalam proses penyembuhan, detak jantung dan pernapasan normal," ucapnya.
Rudianto menyebutkan, setelah pengecekan kesehatan di Lembaga Konservasi Medan Zoo, kemudian dilakukan proses persiapan pelepasliaran dari Sanxctuary Harimau Sumatera di Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara pada Kamis (15 September 2022).
Setelah tiga bulan dirawat di Sanctuary Harimau Sumatera Barumun, Bestie siap dilepasliarkan.Hasil pemeriksaan terakhir berat badan Bestie 80 kg, luka bakar sudah sembuh dan secara keseluruhan kondisi dalam sehat dan layak/siap untuk dilepasliarkan.
"Pada hari Jumat 19 November 2022, Bestie diangkut dari Barumun, Sumatera Utara ke Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh," katanya.
Ia menambahkan, selama dalam perjalanan darat,Bestie selalu dimonitor oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidimpuan Gunawan Alza, dan Tim Medis drh. Anhar Lubis.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Layak Direkrut Feyenoord Rotterdam, Ini 3 Alasannya
Pada tanggal 20 November 2022, Bestie tiba di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dan ditempatkan di halaman kantor SPTN Wilayah III Blangkejeren Balai Besar TNGL.
Selama di lokasi ini, Bestie diamati, dicek kesehatannya dan dirawat secara intensif.
"Pada hari Jumat (25 November 2022) proses lepas liar dimulai.Harimau Bestie diangkut dari SPTN Wilayah III Blangkejeren Balai Besar TNGL menuju Bandara Blangkejeren.Selanjutnya Harimau Sumatera Bestie diangkut menggunakan helikopter ke lokasi lepas liar," kata Rudianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda