Pemain timnas Ghana Alexander Djiku mengatakan bahwa ia telah menepis bayang-bayang kenangan pahit mereka di Piala Dunia 2010 terutama mengenai insiden Luis Suarez.
Djiku mengatakan bahwa saat itu ia masih berumur 12 tahun, dan saat itu ia melihat ayahnya kecewa. "Saya masih remaja ketika saya melihat permainan itu. Itu sulit dan saya ingat ayah saya sangat kecewa seperti kami semua," kata dia.
“Saya tidak dapat membayangkan diri saya 12 tahun kemudian mengenakan jersey Black Stars dan bermain melawan Uruguay. Kami memiliki kesempatan untuk mengubah takdir dan membuat pendukung kami bangga," ujarnya.
"Mereka adalah tim dengan banyak ketabahan, pengalaman, dan bakat. Secara mental mereka juga kuat jadi kami tidak boleh jatuh ke dalam perangkap itu."
Djiku malah lebih memilih fokus pada permainannya sendiri. Dia sudah berhadapan dengan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia ini dan tidak asing dengan pertempuran dengan Kylian Mbappe dan Lionel Messi di sepakbola domestik.
"Ronaldo bukan sembarang pemain, tetapi ketika saya bermain, saya tidak peduli siapa yang ada di depan saya. Dia masih bugar, percayalah. Dia sangat cerdas dengan pergerakannya dan keinginannya untuk mengubah jalannya pertandingan." kata dia.
Dia memiliki pujian serupa untuk superstar Ghana sendiri, meskipun Mohammed Kudus berada di tahap awal karirnya.
Saat ditanya bisakah dia berbicara tentang tahun 2010 dengan Suarez selama pertandingan?. Ia lebih memilih untuk tidak berbicara dengannya karena suatu alasan.
"Tidak, jika saya mulai berbicara dengan Suarez, dia akan mengambil kesempatan untuk mengacaukan pikiran saya dan pergi ke belakang saya untuk mencetak gol!" dia bercanda.
Baca Juga: PIS Resmi Kerja Sama dengan NYK, Siap Gempur Pasar LNG Internasional dan Kembangkan Green Business
Kemudian ia mengungkapkan bahwa saat ini timnas Ghana tidak dihuni oleh pemain mereka di tahun 2010 sehingga kenangan pahit tersebut terlepas dari bayang-bayang pemain saat ini.
"Kami tidak pahit, terutama karena hampir seluruh tim berbeda dari 2010. Kami banyak mendengar tentang itu di media tetapi Afrika Selatan adalah masa lalu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai