Kasus Brigadir J memang menuai banyaknya komentar dari berbagai pihak, bahkan dari warganet. Komentar yang diberikan tidak hanya untuk Brigadir J, namun juga terhadap para tersangka, terutama dalang perencanaan pembunuhan tersebut, mantan Irjen Polri, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Diduga ingin melakukan pansos (panjat sosial) seorang Pria diduga berasa dari Sulawesi Selatan, bernama Akbar Endra mengunggah video pribadi dirinya yang di dalamnya membahas tentang Ferdy Sambo. Analis Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas, Joshua Banjarnahor mengunggah ulang video Akbar di instagram pribadinya. Video yang berjudul 'Ferdy Sambo adalah Siri na Pacce' dikomentari oleh Joshua, bahwa dengan adanya budaya siri na pacce, harusnya keterikatan antar sesama dan kesetiakawanan menjadi lebih kuat, bukan malah membunuh.
Isi Kata-kata Akbar Endra Dalam Videonya
"Kalau lelaki Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar, menegakkan budaya Siri na Pacce, kadang beresiko. Harga diri dibayar dengan nyawa. Apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo, dialah menegakkan Siri na Pacce. Menjaga kehormatan keluarganya, menjaga kehormatan istri istrinya. Persoalan ini, pangkat jendral pun lenyap di pundak, tak ia peduli. Yang harus ditegakkannya, adalah kehormatan. Ferdy adalah pejuang kehormatan keluarga. Merdeka!"
Berlatar belakang pantai, dan bersama seorang rekan yang sedang memakan jagung, Akbar merekam video komentarnya ini. Dilansir dalam instagram pribadinya @akbarendra, ada beberapa warganet yang menyambangi dan memberi komentar pedas terhadap dirinya.
Akun @iwan_moelyono ; "Cara untuk viral tapi moral yang tanggal"
Akun @51luy_ ; "Bawa-bawa Siri na pacce, yang salah kok dibela. Anda ini yang tidak tau apa itu siri na pacce"
Joshua Banjarnahor pun membandingkan dengan budaya suku Batak. Diungkapkannya, ada budaya bernama Tradisi Marsiadapari, yaitu sikap gotong royong yang dilakukan beberapa orang secara serentak (rimpa atau rumpa) secara bergiliran, agar pekerjaan yang berat dipikul bersama sehingga meringankan beban permasalahan. Joshua menujukan langsung kepada Akbar, menuliskan "Tampak kan Pak, gimana bergerilya masyarakat Batak dalam case Brigadir J, karena gotong royong ini sudah menjadi hukum kehidupan kita, bagi orang Batak".
Joshua tampak sangat geram, melihat tindak pidana pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo bersama tersangka lainnya, disamakan dengan budaya daerah, bahkan dianggap pahlawan.
Pengertian Siri na Pacce
Siri na Pacce' memang merupakan kearifan lokal dalam Budaya Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dilansir dalam situs resmi Provinsi Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa Siri na Pacce merupakan filosofi hidup masyarakat Sulsel yang berarti menjaga harga diri serta kokoh dalam pendirian. "Konsep Siri' Na Pacce ada dalam Pancasila dan telah terjabarkan di dalamnya," kata Syahrul.
Baca Juga: CEK FAKTA: Kesal Whatsapp Tak Direspon, Istri Orang Dibanting. Selingkuh Atau Dendam?
Terdapat konsep yang tegas dalam budaya siri na pacce yang dipegang oleh masyarakat Bugis-Makassar. Siri memiliki tiga makna, yakni rasa malu, pendorong untuk membinasakan siapa saja yang mencederai kehormatan, dan pendorong untuk bekerja dan berusaha sebanyak mungkin. Sementara Pacce memiliki makna perasaan hati yang sedih dan pilu apabila sesama warga masyarakat, keluarga, atau sahabat yang ditimpa kemalangan. Sehingga menimbulkan dorongan solidaritas bagi mereka yang ditimpa kemalangan.
Jika dilihat dalam pengertiannya, mungkin benar bahwa Sambo dapat dikatakan melakukan pembunuhan karena merasa malu telah tercederai kehormatannya, dan tersangka lainnya membantu sebagai bentuk solidaritas. Namun bukan menjadi fakta bahwa tindakan Sambo dibenarkan oleh budaya, hingga dianggap sebagai pahlawan. Hal tersebut hanya opini pribadi pengunggah video, yakin Akbar Endra. Karena memang seharusnya budaya yang bermakna positif tidak dikaitkan dengan tindakan anarkis, bahkan sampai menghilangkan nyawa.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Kamarudin Simanjuntak dan Deolipa Yumara Kompak Menjadi Terlapor
-
CEK FAKTA: Kamarudin Simanjuntak Diduga Berbalik Membela Ferdy Sambo, Membebaskan Dari Hukuman Mati
-
CEK FAKTA: Hotman Paris Berkomentar, "Sangat memalukan! Membawa Nama Bangsa dan Negara". Untuk Siapa?
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Bisa Bebas Bersyarat. Tidak Dihukum Mati dan Tidak Mendapat Kurungan Penjara 20 Tahun
-
Melanie Soebono Menyinggung Putri Candrawathi Tidak Ditahan, Mengungkit Deretan Ibu Yang Tetap Ditahan Meskipun Punya Bayi
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo
-
Tutorial Wangi Bunga Sepanjang Hari: Biar Bau Opor Gak Nempel di Baju Lebaran Kamu
-
Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur
-
Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel
-
Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan