/
Sabtu, 03 September 2022 | 09:12 WIB
Video Unggahan Akbar Endra (Instagram)

Kasus Brigadir J memang menuai banyaknya komentar dari berbagai pihak, bahkan dari warganet. Komentar yang diberikan tidak hanya untuk Brigadir J, namun juga terhadap para tersangka, terutama dalang perencanaan pembunuhan tersebut, mantan Irjen Polri, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Diduga ingin melakukan pansos (panjat sosial) seorang Pria diduga berasa dari Sulawesi Selatan, bernama Akbar Endra mengunggah video pribadi dirinya yang di dalamnya membahas tentang Ferdy Sambo. Analis Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas, Joshua Banjarnahor mengunggah ulang video Akbar di instagram pribadinya. Video yang berjudul 'Ferdy Sambo adalah Siri na Pacce' dikomentari oleh Joshua, bahwa dengan adanya budaya siri na pacce, harusnya keterikatan antar sesama dan kesetiakawanan menjadi lebih kuat, bukan malah membunuh.

Isi Kata-kata Akbar Endra Dalam Videonya

"Kalau lelaki Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar, menegakkan budaya Siri na Pacce, kadang beresiko. Harga diri dibayar dengan nyawa. Apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo, dialah menegakkan Siri na Pacce. Menjaga kehormatan keluarganya, menjaga kehormatan istri istrinya. Persoalan ini, pangkat jendral pun lenyap di pundak, tak ia peduli. Yang harus ditegakkannya, adalah kehormatan. Ferdy adalah pejuang kehormatan keluarga. Merdeka!"

Berlatar belakang pantai, dan bersama seorang rekan yang sedang memakan jagung, Akbar merekam video komentarnya ini. Dilansir dalam instagram pribadinya @akbarendra, ada beberapa warganet yang menyambangi dan memberi komentar pedas terhadap dirinya.

Akun @iwan_moelyono ; "Cara untuk viral tapi moral yang tanggal"

Akun @51luy_ ; "Bawa-bawa Siri na pacce, yang salah kok dibela. Anda ini yang tidak tau apa itu siri na pacce"

Joshua Banjarnahor pun membandingkan dengan budaya suku Batak. Diungkapkannya, ada budaya bernama Tradisi Marsiadapari, yaitu sikap gotong royong yang dilakukan beberapa orang secara serentak (rimpa atau rumpa) secara bergiliran, agar pekerjaan yang berat dipikul bersama sehingga meringankan beban permasalahan. Joshua menujukan langsung kepada Akbar, menuliskan "Tampak kan Pak, gimana bergerilya masyarakat Batak dalam case Brigadir J, karena gotong royong ini sudah menjadi hukum kehidupan kita, bagi orang Batak".

Joshua tampak sangat geram, melihat tindak pidana pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo bersama tersangka lainnya, disamakan dengan budaya daerah, bahkan dianggap pahlawan.

Pengertian Siri na Pacce

Siri na Pacce' memang merupakan kearifan lokal dalam Budaya Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dilansir dalam situs resmi Provinsi Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa Siri na Pacce merupakan filosofi hidup masyarakat Sulsel yang berarti menjaga harga diri serta kokoh dalam pendirian. "Konsep Siri' Na Pacce ada dalam Pancasila dan telah terjabarkan di dalamnya," kata Syahrul.

Baca Juga: CEK FAKTA: Kesal Whatsapp Tak Direspon, Istri Orang Dibanting. Selingkuh Atau Dendam?

Terdapat konsep yang tegas dalam budaya siri na pacce yang dipegang oleh masyarakat Bugis-Makassar. Siri memiliki tiga makna, yakni rasa malu, pendorong untuk membinasakan siapa saja yang mencederai kehormatan, dan pendorong untuk bekerja dan berusaha sebanyak mungkin. Sementara Pacce memiliki makna perasaan hati yang sedih dan pilu apabila sesama warga masyarakat, keluarga, atau sahabat yang ditimpa kemalangan. Sehingga menimbulkan dorongan solidaritas bagi mereka yang ditimpa kemalangan.

Jika dilihat dalam pengertiannya, mungkin benar bahwa Sambo dapat dikatakan melakukan pembunuhan karena merasa malu telah tercederai kehormatannya, dan tersangka lainnya membantu sebagai bentuk solidaritas. Namun bukan menjadi fakta bahwa tindakan Sambo dibenarkan oleh budaya, hingga dianggap sebagai pahlawan. Hal tersebut hanya opini pribadi pengunggah video, yakin Akbar Endra. Karena memang seharusnya budaya yang bermakna positif tidak dikaitkan dengan tindakan anarkis, bahkan sampai menghilangkan nyawa.

Load More