Hotman Paris Hutapea, Pengacara Kondang yang sudah teruji kredibilitasnya. Namanya begitu tersohor, dikarenakan kekayaan yang dimilikinya, mulai dari rumah mewah, villa di Bali, mobil kelas Sultan, hingga cincin berlian milyaran. Dan semakin menaikkan namanya karena ia sering memberikan jasa konsultasi hukum gratis, bahkan banyak kasus yang benar-benar didampingi prosesnya hingga selesai, tanpa bayaran.
Kali ini, Hotman kembali menjalankan kegiatan sosialnya, yakni memberi pendampingan dan konsultasi hukum gratis. Hari ini, Jumat, 2 September 2022, Hotman menggelar acara konsultasi hukum gratis dengan judul "Hotman 911" di ATLAS Beach Fest, Canggu, Bali. Acara ini digelar untuk mengundang secara terbuka bagi masyarakat yang ini melakukan konsultasi hukum gratis. Terlihat antusiasme ratusan warga yang ingin berkonsultasi hingga sudah datang lebih dulu sebelum acara dimulai
Ada pula WNA yang hadir, diantaranya para pemenang Indonesia International Marathon (IIM) yang memang sedang mencuat memiliki masalah dengan penyelenggara, yakni terjadinya wanprestasi atas hadiah yang dijanjikanan.
Hotman mengunggah rekaman video bersama 3 orang WNA pemenang IIM tersebut. Dalam salah satu videonya, Hotman menjelaskan bahwa 3 orang tersebut adalah Juara IIM di Bali. Dari ketiga orang WNA tersebut, sudah 2 orang yang terselesaikan pembayaran, yakni Jack sebagai Juara Pertama, dan Henrieta sebagai Juara Ketiga. Tetapi itupun setelah berjuang tiga bulan, dan diviralkan oleh Hotman. Masih ada 1 orang pemenang yang hadiah kemenangannya belum dibayar sampai sekarang, yaitu Mike, sebagai pemenang juara kedua.
Mike, WNA asal Australia tersebut mengatakan bahwa penyelenggara tidak memberikannya apapun, tidak ada hadiah yang diterimanya. Bahkan tidak ada konfirmasi dari penyelenggara terkait keterlambatan pengiriman hadiah. Hotman pun memperingatkan KONI untuk menyelesaikan kewajibannya, atau Hotman akan mendampingi Mike untuk menempuh upaya hukum segera.
Hal yang Memalukan Bangsa
"Kalau benar belum dibayar maka bisa kena pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kita tunggu beberapa hari ini, kalau tidak membayar bisa lapor tindak tindak pidana, saya siap mendampingi," tegas Hotman.
Kejadian ini menurut Hotman merupakan hal yang memalukan bangsa, karena dilakukan oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang merupakan organisasi olahraga resmi mewakili Indonesia. Dan dengan lokasi di Bali, yang menjadi tempat pariwisata warga asing, membuat kejadian ini harus sangat diperhatikan dan segera diselesaikan. "Sangat memalukan karena ini international marathon yang digelar di Bali yang merupakan daerah wisata internasional dan mendatangkan devisa. KONI bagian organ yang dibentuk, jadi bawa nama bangsa dan negara," tambahnya.
Fakta tentang komentar Hotman Paris tentang "Sangat Memalukan! Membawa Nama Bangsa dan Negara" ternyata ditujukan terhadap KONI pusat dan PT. Tata Media Prima/The Media Palace (TMP) yang terjerat masalah wanprestasi (tidak melakukan pembayaran) terhadap Pemenang Indonesia International Marathon di Bali.
Berita Terkait
-
Pernah Ditawarkan Jadi Asisten Hotman Paris, Dewi Perssik Harus Siap dengan Syarat Ini
-
CEK FAKTA: Pemenang Maraton Asal Australia yang Tidak Dibayar Hadiah 150 Juta, Ditanggapi Penyelenggara Bahwa Hadiah Jadi 50 Juta. Dipotong Pajak 70%?
-
VIRAL! Pelari Australia Menang Kompetisi Maraton di Indonesia, Hadiah 150 Juta Tidak Dibayar. Warganet: BIKIN MALU
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Bukan Sekadar Konser, Ini 3 Hal Mewah yang Bikin Penonton F4 'FForever' Dimanja Habis-habisan
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas